Comscore Tracker

Kemenkum HAM Bantah Telah Sembunyikan Kader PDIP Harun Masiku

Sebelumnya, imigrasi katakan Harun ada di Singapura saat OTT

Jakarta, IDN Times - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) membantah telah menyembunyikan kader PDI Perjuangan Harun Masiku. Harun kini menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ia menjadi tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret eks komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. 

Dirjen imigrasi sempat menyebut caleg dari dapil Sumatera Selatan I itu sempat ke luar Indonesia pada (6/1) lalu. Lalu, belum ada data kapan ia kembali lagi ke Indonesia. Kemudian, Koran Tempo merilis data yang berbeda dan menyebut Harun sudah kembali ke Tanah Air dari Singapura pada (7/1). Sedangkan, penyidik KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada (8/1) lalu. Artinya, Harun sudah berada di Tanah Air ketika operasi senyap digelar. 

Kepala Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemenkum HAM, Bambang Wiyono meminta agar publik tidak beranggapan pihaknya tengah menyembunyikan Harun lantaran meralat pernyataannya dengan menyebut Harun sudah ada di Indonesia sejak tanggal (7/1) lalu. 

"Keterlambatan penyampaian keberadaan Harun Masiku ke publik itu karena adanya delay system. Pengecekan kevalidan data dan informasi itu (tertutup untuk publik)," kata Bambang seperti dikutip dari kantor berita Antara hari ini. 

Lalu, bagaimana data kepulangan Harun yang dimiliki oleh imigrasi?

1. Harun Masiku terbukti kembali ke Indonesia dengan maskapai Batik Air

Kemenkum HAM Bantah Telah Sembunyikan Kader PDIP Harun Masiku(Ilustrasi eks caleg PDI Perjuangan Harun Masiku) IDN Times/Arief Rahmat

Menurut data yang dimiliki oleh imigrasi, Harun berangkat ke Singapura dengan menumpang maskapai Garuda Indonesia pada (6/1) lalu. Lalu, ia kembali ke Indonesia pada (7/1) dengan menggunakan maskapai Batik Air. 

"Jadi, dia pulang dengan menggunakan maskapai yang sama-sama sudah tersebar di awal pemberitaan yaitu dengan Batik Air dan tercatat pada 7 Januari 2020 sekitar pukul 17:34 WIB sore," kata Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM, Arvin Gumilang. 

Informasi mengenai kepulangan Harun, kata imigrasi sudah disampaikan ke pimpinan komisi antirasuah. 

"Sudah kami informasikan. Jadi, intinya dalam penegakan fungsi penegakan hukum kami selalu mendukung apa-apa yang dilakukan oleh KPK," tutur Bambang. 

Baca Juga: Akhirnya Imigrasi Akui Harun Masiku Sudah Berada di RI Pada 7 Januari

2. KPK terus melanjutkan perburuan mencari Harun Masiku

Kemenkum HAM Bantah Telah Sembunyikan Kader PDIP Harun Masiku(Plt Jubir bidang penindakan Ali Fikri) ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat

Sementara, KPK mengaku akan terus memburu Harun. Apalagi menurut Ketua KPK, Komjen (Pol) Firli Bahuri, nama Harun sudah resmi masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan. Komisi antirasuah akan mendalami semua informasi yang diterima, termasuk lokasi keberadaan Harun. 

"Informasi dari imigrasi hanyalah salah satu dari sumber informasi KPK. Ini terkait dengan hubungan antar institusi yang selama ini berjalan dengan baik," kata Plt juru bicara KPK, Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada hari ini. 

Oleh sebab itu, KPK sejak (13/1) lalu sudah mengeluarkan surat pencegahan agar Harun tak bisa lagi ke luar Indonesia. Publik sempat mengira KPK terlambat merilis surat cegah, lantaran ketika itu imigrasi masih menyebut Harun berada di Singapura. 

"Kami juga sudah meminta bantuan kepada Polri untuk ditindak lanjuti dengan dimasukan ke dalam daftar pencarian orang," ujarnya lagi. 

Komisi antirasuah, Ali melanjutkan, berharap Harun bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah menyuap eks komisioner KPU dengan menyerahkan diri. 

3. Petugas kepolisian sudah mengecek rumah Harun di Sulsel, namun tak ditemukan keberadaannya

Kemenkum HAM Bantah Telah Sembunyikan Kader PDIP Harun MasikuPihak keluarga Harun Masiku. IDN Times / Istimewa

Sementara, Kabid Humas Mabes Polri, Brigjen (Pol) Argo Yuwono mengatakan polisi telah mengecek langsung rumah Harun yang berlokasi di Perumahan Bajeng Permai, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Namun, setelah dicek, Harun tidak ada di sana. 

"(Petugas kepolisian) sudah ke sana, sudah melihat, sudah ke rumah yang bersangkutan, tapi tidak ada," kata Argo pada Selasa (21/1) di kantornya di Mabes Polri. 

Sebelumnya, Ketua KPK, Komjen (Pol) Firli Bahuri mengatakan akan memeriksa semua informasi yang telah disampaikan publik mengenai keberadaan Harun, termasuk di Sulsel. Ia bahkan menyebut agar publik bisa menyampaikan ke dirinya apabila tahu di mana Harun berada. 

Baca Juga: Firli Bahuri Sebut Harun Masiku Sudah Resmi Jadi Buronan KPK

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya