Comscore Tracker

[UPDATE] Bertambah 170, Angka Kematian COVID-19 di RI Tembus 47 Ribu

Jumlah orang yang dites COVID-19 turun drastis jadi 30.249

Jakarta, IDN Times - Jelang Idul Fitri, kasus harian COVID-19 pada akhir pekan dilaporkan menurun. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Satgas Penanganan COVID-19 selama 24 jam terakhir menunjukkan pada Minggu, (9/5/2021) ada 3.922 orang yang terpapar virus corona. Bila diakumulasi maka jumlah warga yang telah terpapar COVID-19 sudah mencapai 1.713.684. 

Sementara, angka kesembuhan harian dilaporkan mengalami kenaikan yaitu 4.360. Dengan demikian total jumlah warga yang sembuh mencapai 1.568.277. 

Yang jadi sorotan yaitu angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia yang konsisten tinggi. Pada hari ini, Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan ada 170 pasien yang meninggal usai terpapar virus corona. Dengan demikian akumulasi angka kematian di Indonesia mencapai 47.012. 

Sedangkan, kasus aktif yang menggambarkan jumlah warga yang dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri bertambah 608. Jumlah kasus aktif secara akumulasi kurang dari 100 ribu yaitu 98.395. 

Namun, angka ini diperkirakan akan bertambah usai pekan Idulfitri berlalu. Sebab, jumlah warga yang melakukan mudik lebih awal masih tergolong tinggi. Data dari Jasa Marga H-7 hingga H-5 Idulfitri menunjukkan 245.496 kendaraan telah meninggalkan Jadebotabek. 

Lalu, bagaimana dengan jumlah vaksinasi pada hari ini? Apakah warga asing yang tetap dibolehkan masuk di tengah larangan mudik berpotensi membawa masuk COVID-19 ke tanah air?

Baca Juga: Tak Ingin Seperti India, Doni Monardo: Warga Nekat Mudik Wajib Karantina

1. Sebanyak 13,3 juta warga sudah menerima suntikan vaksin dosis pertama

[UPDATE] Bertambah 170, Angka Kematian COVID-19 di RI Tembus 47 RibuPetugas Kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac saat vaksinasi tahap pertama di Rumah Sakit Kesrem, Lhokseumawe, Aceh. Rabu (10/2/2021) (ANTARA FOTO/Rahmad)

Berdasarkan data yang dirilis oleh Satgas Penanganan COVID-19, pada hari ini ada 56.535 orang yang menerima suntikan vaksin dosis pertama. Sehingga, total jumlah warga yang divaksinasi 13.340.957. Dari angka tersebut, total 8.634.546 warga sudah menerima suntikan vaksin dosis kedua. 

Angka vaksinasi COVID-19 ini masih jauh dari target awal yang ditetapkan yaitu 40.349.049. Sementara, pada Sabtu, 8 Mei 2021 lalu, Indonesia kembali menerima pasokan Vaksin AstraZeneca sebanyak 1.389.600. Vaksin ini diperoleh dari skema fasilitas COVAX. 

Sebelumnya, pada 6 Mei 2021 lalu, Indonesia juga menerima 55.300 dosis Vaksin AstraZeneca. Menurut data yang diterima oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, total vaksin AstraZeneca yang telah diterima oleh Indonesia melalui skema multilateral mencapai 6.410.500. 

Namun, oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), vaksin AstraZeneca dinyatakan haram namun dibolehkan untuk dikonsumsi karena kondisi darurat. 

Baca Juga: Dua dari 85 WN Tiongkok yang Dibolehkan Masuk RI Terpapar COVID-19

2. Jumlah orang yang dites COVID-19 turun menjadi 30.249

[UPDATE] Bertambah 170, Angka Kematian COVID-19 di RI Tembus 47 RibuIlustrasi Swab Test (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Sementara, menurut data dari Satgas Penanganan COVID-19, jumlah orang yang dites mengalami penurunan pada akhir pekan. Pada hari ini, jumlah orang yang dites hanya 30.249. Sebanyak 16.875 dites menggunakan swab PCR-RT, 111 orang menggunakan TCM dan 13.263 dites menggunakan antigen. 

Dari angka tersebut, positivity rate harian di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 12,97 persen. Menurut epidemiolog dari Universitas Griffith, Brisbane, Australia, Dicky Budiman, positivity rate di Indonesia yang aman dan menandakan pandemik terkendali bila mencapai 5 persen. 

3. Lebih dari 245 warga Tiongkok dibolehkan masuk ke Indonesia

[UPDATE] Bertambah 170, Angka Kematian COVID-19 di RI Tembus 47 RibuBandara Soekarno Hatta atau Soetta/ Dok. Angkasa Pura II

Di tengah pemerintah memberlakukan larangan mudik bagi warga, warga asing tetap dibolehkan masuk. Pada pekan ini lebih dari 245 warga Tiongkok diizinkan masuk ke Indonesia. 

Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat 85 warga Negeri Tirai Bambu masuk Indonesia pada 4 Mei 2021 lalu. Sedangkan, Sabtu, 8 Mei 2021 lalu 157 warga Tiongkok juga masuk ke Indonesia. 

Kepala Bagian Humas dan Umum Dirjen Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara mengatakan ratusan warga Tiongkok bisa masuk ke Indonesia karena telah memenuhi persyaratan yang ada di Peraturan Menkumham Nomor 26 Tahun 2020. 

"Mereka datang kemari untuk kegiatan bekerja, bukan untuk kunjungan wisata," ujar Arya melalui pesan pendek pada Sabtu, 8 Mei 2021 lalu. 

Arya menambahkan sebelum dilakukan pemeriksaan keimigrasian, para penumpang telah melalui pemeriksaan kesehatan sesuai dengan protokol kedatangan orang dari luar negeri oleh pihak kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan. Artinya, mereka diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri selama lima hari usai tiba di tanah air. 

"Para penumpang telah melalui pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kedatangan," ucapnya. Namun, saat ketibaan 85 warga Tiongkok, dua orang di antaranya diketahui positif tertular COVID-19. 

https://www.youtube.com/embed/6RJMFZ_sbkk

Baca Juga: Waspada, Varian Baru COVID-19 3 Mutasi India Bisa Muncul di Indonesia

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya