Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejarah Hari Bhakti TNI AU, Bermula dari Agresi Belanda I pada 1947
TNI Angkatan Udara ketika berfoto bersama dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (www.instagram.com/@militer.udara)
  • Hari Bhakti TNI AU diperingati setiap 29 Juli, berakar dari Agresi Belanda I pada 1947 dan serangan balasan TNI AU ke Ambarawa, Salatiga, serta Semarang.
  • Pada 29 Juli 1947, pesawat Dakota VT-CLA pembawa bantuan obat Palang Merah ditembak Belanda di Ngoto, Yogyakarta, menewaskan Adisucipto, Abdulrachman Saleh, dan Adisumarmo.
  • Sejak 1955, peringatan terpusat di Lanud Adisutjipto melalui upacara dan ziarah; lokasi jatuhnya Dakota di Ngoto menjadi Monumen Perjuangan TNI AU.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pada 29 Juli, TNI AU mengenang tiga pelopor yang gugur saat pesawat pembawa obat ditembak Belanda di Yogyakarta tahun 1947. Mereka adalah Adisucipto, Abdulrachman Saleh, dan Adisumarmo. Sekarang TNI AU mengadakan upacara, ziarah makam, dan tabur bunga untuk menghormati mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hari Bhakti TNI Angkatan Udara (AU) diperingati pada 29 Juli setiap tahunnya. Peringatan tahunan ini dilatarbelakangi serangan udara Belanda di tiga daerah, dan gugurnya tiga pelopor TNI AU di Pangkalan Udara Maguwo.

Dalam peringatan setiap tahunnya, ada banyak kegiatan yang dilakukan TNI AU untuk menghormati jasa-jasa pahlawan yang telah gugur. Untuk mengenal Hari Bhakti TNI AU lebih lengkap, yuk simak sejarahnya berikut ini!

1. Sejarah Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

Ilustrasi - Patroli Koordinasi Malindo Siri I antara TNI Angkatan Udara (AU) dan TUDM di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (Dok. TNI AU)

Peringatan Hari Bhakti TNI AU setiap 29 Juli dilandasi dua peristiwa ulah kolonial Belanda. Pada awalnya, Belanda melanggar Perjanjian Linggarjati, sebuah usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Belanda.

Peristiwa pertama terjadi pada 21 Juli 1947 saat terjadi Agresi Belanda I. Belanda meluncurkan serangan serentak ke sejumlah daerah dan pangkalan udara, termasuk Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta, yang merupakan pusat kekuatan udara RI.

Serangan ini memicu balasan dari serangan TNI AU di daerah pendudukan Belanda di Ambarawa, Salatiga, dan Semarang oleh Kadet Penerbang Sutardjo Sigit, Suharmoko Harbani, dan Mulyono, dibantu penembak udara yaitu Sutardjo, Kaput, dan Dulrachman.

Kedua, peristiwa yang terjadi pada 29 Juli 1947, Belanda meluncurkan serangan balasan. Dua pesawat Belanda P-40 Kitty Hawk menembak pesawat Dakota VT-CLA, yang membawa obat-obatan sumbangan Palang Merah Malaya kepada Palang Merah Indonesia.

Akibat penembakan tersebut, pesawat Dakota VT-CLA jatuh di Desa Ngoto, Yogyakarta. Penembakan ini menggugurkan tiga tokoh perintis TNI AU, yaitu Komodor Muda Adisucipto, Komodor Muda Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Adisumarmo.

Peristiwa ini menyimpan duka yang mendalam bagi TNI AU. Untuk mengenangnya mulai 1955, setiap 29 Juli ditetapkan sebagai Hari Bhakti TNI AU.

2. Penetapan Hari Bhakti TNI AU

Hari Bhakti TNI AU (dok. TNI AU)

Gugurnya tiga tokoh sekaligus perintis TNI AU ini diperingati sebagai Hari Bhakti TNI AU sejak 29 Juli 1955. Untuk mengenang peristiwa tersebut, seluruh prajurit TNI AU memperingatinya di Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta, secara terpusat.

Lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA yang ditumpangi tiga perintis TNI AU tersebut juga diresmikan menjadi Monumen Perjuangan TNI AU yang berlokasi di Desa Ngoto. Peresmian ini sesuai Surat Keputusan Kasau Nomor: Skep/78/VII/2000 tanggal 17 Juli 2000.

Selain itu, kerangka jenazah tokoh yang gugur juga dipindahkan. Kerangka jenazah Marsda TNI Adisucipto dan Marsda TNI Abdulrachman Saleh dipindahkan dari TPU Kuncen Yogyakarta ke pemakaman TNI AU Ngoto Yogyakarta. 

3. Cara memperingati Hari Bhakti TNI AU

Hari Bhakti TNI AU (dok. TNI AU)

Setiap memperingati Hari Bhakti TNI AU, kegiatan yang dilakukan adalah ziarah ke makam pahlawan dan mengadakan upacara rutin setiap tahunnya. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang sekaligus memberikan penghormatan kepada prajurit TNI AU yang gugur.

Kegiatan ziarah dilanjutkan dengan tabur bunga oleh pimpinan TNI AU ke pusara para pahlawan. Selain itu, biasanya TNI AU juga mengadakan acara lainnya, seperti donor darah, vaksin, karya bhakti, dan yang lainnya.

Nah, itu dia sejarah penetapan 29 Juli sebagai Hari Bhakti TNI Angkatan Udara yang diperingati setiap tahunnya. Begitu besar jasa-jasa para pahlawan kita dalam memperjuangan kemerdekaan Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article