Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto didampingi Tokoh Jawa Barat Dedi Mulyadi di Koramil 0912/Lembang, Bandung, Jawa Barat (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Sedangakan hasil survei elektabilitas, Deni menjelaskan, posisi Prabowo dan Dedi Mulyadi berbalik dalam setahun terakhir. Pada November 2025, Prabowo masih unggul dengan elektabilitas 34,9 persen, sedangkan Dedi Mulyadi berada di angka 19,7 persen.
Elektabilitas Prabowo kemudian masih berada di angka 33,3 persen pada Februari-Maret 2026. Namun, angka tersebut turun menjadi 14,5 persen pada Juli 2026 dan kembali merosot menjadi 9,8 persen pada Oktober 2026.
Sebaliknya, elektabilitas Dedi Mulyadi terus meningkat hingga mencapai 35,5 persen pada Oktober 2026.
Pola serupa terlihat dalam simulasi dua nama antara Dedi Mulyadi dan Prabowo. Jika Pilpres hanya diikuti kedua nama tersebut, Dedi memperoleh dukungan 69,3 persen, sedangkan Prabowo hanya 18,8 persen. Sebanyak 12 persen responden belum menentukan pilihan.
Pada Februari-Maret 2026, Prabowo masih unggul dengan dukungan 50,5 persen, sementara Dedi Mulyadi 42,6 persen. Kondisi berbalik pada Juli 2026 ketika Dedi memperoleh 59 persen dan Prabowo 28,3 persen.
Pada Oktober 2026, elektabilitas Dedi kembali meningkat menjadi 69,3 persen. Sementara dukungan terhadap Prabowo merosot menjadi 18,8 persen.
“Dalam tujuh bulan, dukungan pada Prabowo dalam simulasi dua nama turun hampir 32 poin, sementara Dedi Mulyadi naik hampir 27 poin,” jelas Deni.