Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Semua Korban KRL Bekasi Berhasil Dievakuasi, Basarnas Resmi Tutup Operasi
Kecelakaan KRL dengan KA Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi pada Senin (27/4/2026) (IDN Times/Aryodamar)
  • Basarnas resmi menutup operasi SAR tabrakan KRL Bekasi Timur setelah seluruh korban berhasil dievakuasi kurang dari 12 jam sejak kejadian pada Senin malam.
  • Proses evakuasi menghadapi tantangan berat akibat deformasi parah rangkaian kereta, sehingga tim SAR menggunakan peralatan manual dan hidrolik untuk mengevakuasi korban yang terjepit.
  • Seluruh korban telah diserahkan ke pihak medis untuk penanganan lebih lanjut, sementara Basarnas mengapresiasi sinergi TNI, Polri, PT KAI, relawan, dan masyarakat dalam operasi ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Senin malam sekitar pukul 20.57 WIB

Terlapor terjadi tabrakan antara rangkaian kereta Commuter Line dan KA Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

28 April 2026

Basarnas secara resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) setelah seluruh korban berhasil dievakuasi kurang dari 12 jam sejak kejadian.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur telah resmi dinyatakan selesai oleh Basarnas.
  • Who?
    Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, PT KAI, tenaga medis, dan relawan.
  • Where?
    Lokasi kejadian berada di area Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
  • When?
    Kecelakaan dilaporkan terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.57 WIB dan operasi SAR ditutup pada Selasa, 28 April 2026.
  • Why?
    Operasi dihentikan karena seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan tidak ditemukan korban tambahan setelah proses pencarian selesai dilakukan.
  • How?
    Evakuasi dilakukan menggunakan peralatan manual dan hidrolik untuk mengevakuasi korban yang terjepit material kereta akibat deformasi parah pada rangkaian pascatabrakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dua kereta tabrakan di Stasiun Bekasi Timur malam hari. Banyak orang terluka dan ada yang terjebak di dalam kereta. Tim Basarnas dan banyak orang lain datang cepat untuk menolong. Mereka kerja keras pakai alat khusus supaya semua orang bisa keluar. Sekarang semua korban sudah dibawa ke rumah sakit dan pencarian sudah selesai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberhasilan tim SAR mengevakuasi seluruh korban dalam waktu kurang dari 12 jam menunjukkan tingkat kesiapsiagaan dan koordinasi yang tinggi antarinstansi. Di tengah kondisi medan yang berat dan risiko besar, kerja sama antara Basarnas, TNI, Polri, PT KAI, tenaga medis, serta relawan mencerminkan solidaritas nasional dan profesionalisme dalam menghadapi situasi darurat secara efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban tabrakan kereta api yang melibatkan rangkaian kereta Commuter Line dan KA Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, secara resmi dinyatakan ditutup dan selesai pada Selasa (28/4/2026).

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa operasi SAR berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 12 jam sejak kejadian yang dilaporkan pada Senin malam sekitar pukul 20.57 WIB. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan melalui proses evakuasi dan ekstrikasi dengan penanganan khusus.

“Alhamdulillah, seluruh korban telah berhasil kita evakuasi. Dalam prosesnya, terdapat beberapa korban yang memerlukan penanganan khusus karena posisi terjepit material rangkaian kereta, sehingga evakuasi harus dilakukan secara hati-hati dan tidak memungkinkan penarikan lokomotif secara langsung,” ujar Syafii.

Ia menambahkan, tim SAR gabungan menghadapi tantangan cukup berat mengingat kondisi benturan yang menyebabkan deformasi parah pada rangkaian kereta, bahkan hingga bagian lokomotif masuk ke badan gerbong. Hal tersebut mengakibatkan sebagian korban terjebak di dalam material, sehingga proses evakuasi memerlukan peralatan khusus, baik manual maupun hidrolik.

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, telah diserahkan kepada pihak medis dan dirujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk. Proses identifikasi korban selanjutnya menjadi kewenangan pihak berwenang.

Dengan selesainya proses evakuasi dan tidak ditemukannya korban tambahan, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Meski demikian, Basarnas menegaskan, apabila dalam proses lanjutan ditemukan bagian tubuh korban atau indikasi lainnya, maka tindakan evakuasi tetap akan dilakukan sesuai prosedur.

Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, termasuk TNI, Polri, PT KAI, tenaga medis, relawan, serta dukungan masyarakat dan media yang turut membantu kelancaran operasi.

“Operasi berjalan lancar berkat sinergi seluruh pihak. Ini merupakan kejadian luar biasa dengan tingkat kesulitan tinggi, namun dapat kita tangani bersama secara optimal,” imbuh Syafii.

Editorial Team