Rumah duka eks Menhan Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1b Cikeas, Bogor, dipenuhi pelayat, Minggu (31/5/2026) malam. (IDN Times/M. Ilman Nafian)
Sebelumnya, TNI Angkatan Darat (AD) turut berduka cita mendalam atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di RSPAD, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2026) pukul 14.30 WIB. Kepergian Ryamizard menjadi kehilangan besar bagi TNI AD dan Indonesia.
"Almarhum sepanjang hidupnya senantiasa mendedikasikan dirinya untuk mengabdi kepada negara lewat berbagai penugasan strategis di lingkungan TNI maupun di dalam pemerintahan. Semua itu dijalani dengan penuh loyalitas, dedikasi dan semangat pengabdian yang tinggi," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono di dalam keterangan pada hari ini.
Ryamizard diketahui lahir di Palembang pada 21 April 1950. Ia juga memiliki ayah yang merupakan jenderal TNI, Brigjen Musannif Ryacudu.
"Semangat pengabdian tersebut kemudian diwarisi dan dilanjutkan oleh almarhum sepanjang perjalanan hidup dan karier," tutur dia.
Ketika berkarier sebagai prajurit TNI AD, Ryamizard pernah menduduki sejumlah jabatan strategis. Puncak pengabdiannya di lingkungan TNI AD ditandai ketika menerima amanah sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) periode 2002 hingga 2005.
"Di bawah kepemimpinannya, TNI AD terus memperkuat profesionalisme, disiplin dan kesiapan satuan dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Indonesia," kata Donny.
Usai berkarier di militer, Ryamizard dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan periode 2014 hingga 2019. Ketika duduk sebagai Menhan, ia dikenal berperan aktif dalam memperkuat sistem pertahanan negara, dan mendorong peningkatan kapasitas pertahanan nasional di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
"Bagi prajurit TNI AD, almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, berani, sederhana dan memiliki komitmen kuat terhadpa kepentingan bangsa dan negara," imbuh Donny.