Bulgaria Izinkan Pangkalan Militernya Digunakan Operasi AS di Iran

Jakarta, IDN Times - Parlemen Bulgaria, pada Rabu (22/7/2026), menyetujui pangkalan militer Bezmer digunakan pesawat tempur Amerika Serikat (AS) mengisi bahan bakar. Langkah ini untuk membantu serangan ofensif AS ke Iran.
Pemberian izin kepada militer AS ini menunjukkan perubahan sikap pemerintah Bulgaria soal perang di Iran. Pada April, pemerintah negara Eropa Timur itu menolak ikut dalam koalisi mengamankan Selat Hormuz.
1. Disetujui oleh 136 anggota parlemen Bulgaria

Dalam pemungutan suara, sebanyak 136 anggota parlemen menyetujui dan hanya 13 yang menolak, serta 2 anggota tidak memilih. Anggota parlemen yang tidak memilih hanya berasal dari partai pro-Rusia, Vuzrazhdane dan Partai Progresif Bulgaria.
Dilansir Sofia Globe, Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Bulgaria yang kini jadi anggota parlemen dari Partai GERB-UDF, Daniel Mitov setuju karena Bulgaria adalah bagian dari NATO. Menurutnya, jika Bulgaria menolak maka akan dipandang sebagai sekutu yang tidak dapat diandalkan.
Sementara itu, pemimpin Partai Vuzrazhdane, Kostadin Kostadinov menolak karena tidak setuju dengan proposal dari Perdana Menteri (PM) Bulgaria, Rumen Radev. Menurutnya, Radev adalah pengkhianat dan pembohong.
2. AS akan kirimkan 8 pesawat KC-135 dan 250 personel militer

Dengan persetujuan ini, AS akan menggunakan pangkalan militer Bezmer untuk mengisi bahan bakar dalam operasi di Timur Tengah dan jangka panjang. Rencananya AS akan mengirimkan 8 pesawat tipe KC-135 dan 250 personel militer ke Bulgaria usai disetujui.
Dilansir Balkan Insight, pangkalan militer Bezmer terletak sekitar 250 km dari Sofia, tepatnya berada di Yambol. Pangkalan militer tersebut kini hanya digunakan oleh Angkatan Udara Bulgaria.
Kebijakan Radev ini menunjukkan perubahan sikapnya untuk meningkatkan keberadaan pasukan AS di Bulgaria. Dengan ini, ia berharap Washington bersedia mencabut visa kunjungan bagi warga Bulgaria yang hendak bepergian ke AS.
3. Iran peringatkan Bulgaria soal persetujuan penerjunan militer AS

Pada saat yang sama, Iran memprotes keputusan Bulgaria yang bersedia mengizinkan pangkalan militernya untuk pesawat tempur AS. Menurutnya, persetujuan itu sama dengan Bulgaria ikut berperang melawan Iran.
“Dukungan kepada AS untuk menyerang negara kami akan membuat Bulgaria terlibat dalam perang dan kejahatan terhadap Iran,” kata Juru Bicara Menlu Iran, Esmail Baghaei, dilansir dari Euronews.
Namun, Bulgaria menampik bahwa persetujuan ini sama dengan mendukung perang di Iran. Sofia tetap mendesak Washington dan Teheran untuk menghentikan perang dan melanjutkan negosiasi damai.



















