Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Skandal Dadan cs, Anggota DPR Minta BGN Pangkas Belanja Nondapur
Anggota Komisi IX DPR Zainul Munasichin meminta BGN pangkas anggaran non-dapur usai skandal dugaan korupsi terbongkar. (Dok. Fraksi PKB).
  • Anggota DPR Zainul Munasichin mendesak BGN melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas belanja non-dapur dan fokus pada operasional program Makan Bergizi Gratis pasca skandal korupsi.
  • DPR menegaskan akan memperketat pengawasan tata kelola BGN serta menghormati proses hukum Kejagung terhadap tiga mantan pimpinan yang diduga terlibat korupsi pengadaan barang.
  • Ketua Banggar DPR Said Abdullah menekankan agar program Makan Bergizi Gratis kembali fokus pada pemenuhan gizi masyarakat, bukan pengadaan barang yang tidak relevan dengan tujuan utama program.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 Juni 2026

Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua wakilnya Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan barang di BGN. Pada hari yang sama, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan parlemen akan mengawasi ketat tata kelola program MBG dan melakukan evaluasi RKA-KL APBN 2027. Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menegaskan program MBG harus fokus pada pemenuhan gizi, bukan pengadaan barang yang tidak relevan.

5 Juni 2026

Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin meminta BGN memangkas belanja operasional di luar kebutuhan dapur program MBG dan menjadikan kasus korupsi sebagai momentum untuk evaluasi tata kelola lembaga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Anggota DPR RI meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan efisiensi anggaran dan memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul dugaan skandal korupsi di lembaga tersebut.
  • Who?
    Zainul Munasichin, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Said Abdullah dari DPR RI; serta mantan pejabat BGN Dadan Hindayana, Sony Sanjaya, dan Lodewik Pusung yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Gedung DPR RI, Jakarta, sementara proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi berlangsung di Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
  • When?
    Pernyataan para anggota DPR disampaikan pada Kamis dan Jumat, 4–5 Juni 2026, setelah Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran program MBG lebih efisien dan transparan setelah terungkap dugaan penyimpangan dalam pengadaan barang di lingkungan BGN.
  • How?
    DPR akan meningkatkan pengawasan melalui evaluasi RKA-KL tahun 2027, audit internal BGN, serta mendorong pemangkasan belanja nonoperasional dapur agar fokus pada pemenuhan gizi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Beberapa orang di kantor BGN dulu diduga curang dan ambil uang dari barang-barang yang tidak perlu. Sekarang DPR marah dan mau jaga supaya uang negara dipakai benar. Ada Pak Zainul, Pak Cucun, dan Pak Said yang bilang uang harus untuk makanan bergizi, bukan beli motor atau tablet. Kepala baru BGN diminta kerja jujur.Ada orang-orang di kantor gizi yang dulu salah pakai uang untuk beli motor, sepatu, tablet, dan televisi. Sekarang mereka sedang diperiksa oleh jaksa. Orang di DPR bilang BGN harus hemat dan uangnya dipakai untuk makanan bergizi saja. DPR juga mau jaga supaya program makan gratis berjalan baik dan tidak curang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meski skandal korupsi di BGN mencuat, respons cepat dari DPR menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas publik. Seruan efisiensi anggaran, evaluasi tata kelola, serta pengawasan ketat atas program Makan Bergizi Gratis menandai langkah positif menuju perbaikan manajemen lembaga agar fokus kembali pada tujuan utamanya: pemenuhan gizi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) secara ketat melakukan efisiensi belanja operasional di luar kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia meminta pemangkasan anggaran di BGN dilakukan secara cermat.

Menurut dia, dugaan kasus korupsi yang menyeret tiga mantan pimpinan lembaga tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi total tata kelola MBG.

"Efesiensi harus dilakukan untuk belanja-belanja yang tidak bersentuhan langsung dengan operasional dapur," kata Zainul kepada jurnalis saat dihubungi, Jumat (5/6/2026).

Politikus PKB itu meminta BGN mengurangi perjalanan dinas, belanja kebutuhan-kebutuhan sekunder di luar operasional dapur MBG.

"Ini momentum utk melakukan evaluasi atas tata kelola MBG. Untuk pemangkasan anggaran, perlu dilakukan secara cermat," kata dia.

1. Parlemen bakal awasi ketat tata kelola MBG

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa (kiri) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) sikapi pelemahan rupiah. (IDN Times/Amir Faisol).

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, memastikan, parlemen akan mengawasi ketat tata kelola program MBG setelah dugaan skandal korupsi dibongkar Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dia mengatakan, Komisi IX DPR akan melakukan evaluasi sekaligus pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) pada APBN 2027. Komisi IX DPR juga akan mendalami audit internal terkait tata kelola di BGN.

"DPR pasti akan meningkatkan pengawasan mengenai audit tata kelola BGN di internal seperti apa, termasuk proses perencanaan, proses penganggaran sampai di ujung post audit ini. DPR akan terus melakukan pengawasan-pengawasan seperti ini sesuai dengan tugas fungsinya DPR," kata Cucun di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

2. DPR hormati proses hukum di Kejagung tentang Dadan cs

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal tegaskan belum ada usulan Revisi UU KPK. (IDN Times/Amir Faisol).

DPR menghormati proses hukum yang terjadi di Kejagung terkait dugaan skandal korupsi oleh mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dan Lodewik Pusung.

Kejagung menetapkan, eks Kepala BGN Dadan Hindayana beserta eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya sebagai tersangka setelah diduga melakukan markup dari pengadaan 28 ribu unit motor treil listrik, 32 ribu pasang sepatu, 31 ribu unit tablet, dan pengadaan 5,4 ribu unit televisi di BGN.

"Kita hormati semua proses yang ada dan kita apresiasi spirit pemerintah Bapak Presiden dalam penegakan hukum memberantas korupsi," kata dia.

Dia berharap skuad BGN baru di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang dapat menjalankan amanat presiden terkait program MBG.

"Jadi harapannya bagaimana di bos skuad yang baru ini pimpinan BGN betul-betul menjaga amanat presiden," kata politikus PKB itu.

3. Pogram MBG harus fokus pada pemenuhan gizi

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah minta pemerintah hapus subsidi industri karena bebani APBN. (IDN Times/Amir Faisol).

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengatakan, program MBG seharusnya fokus pada upaya pemenuhan gizi, bukan melakukan pengadaan barang-barang yang tidak berkaitan langsung dengan tujuan awal program ini. Hal ini disampaikan Said Abdullah menanggapi dugaan korupsi tata kelola program MBG di BGN yang menyeret mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan kedua wakilnya.

"Dan itu yang saya sampaikan bolak-balik dan fokus kepada makan bergizi gratis, bukan fokus kepada insentif, fokus pada sepeda motor, fokus pada iPad itu tidak ada hubungan sama sekali," kata Said di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Said mengatakan, sejak awal telah berulang kali mengingatkan, kelemahan utama BGN terletak pada aspek tata kelolanya. Sebab, perbaikan tata kelola merupakan hal penting mengingat BGN dimandatkan untuk menjalankan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Saya sejak awal bolak-balik menyatakan kelemahan BGN sebagai prioritas yang menjadi andalan Bapak Presiden adalah pada aspek tata kelolanya," ucap dia.

Editorial Team

Related Article