Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Skuad Pimpinan Baru BGN Rapat Perdana di DPR Hari Ini
Nanik S Deyang resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Komisi IX DPR menggelar rapat perdana dengan pimpinan baru BGN untuk membahas detail anggaran dan program kerja dalam RKA serta RKP setelah pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
  • Kepala BGN Nanik S Deyang melaporkan rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden, menggantikan pimpinan sebelumnya yang tersangkut kasus korupsi.
  • BGN akan fokus memperkuat penyaluran MBG bagi kelompok 3B dan wilayah 3T, melakukan moratorium dapur baru, serta meningkatkan kualitas gizi tanpa mengejar target penerima secara kuantitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
11 Juni 2026

Kepala BGN Nanik S Deyang menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan untuk melaporkan rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan ini berlangsung beberapa hari setelah Nanik dilantik menggantikan Dadan Hindayana.

15 Juni 2026

Komisi IX DPR dijadwalkan menggelar rapat bersama pimpinan baru BGN pada pukul 13.00 WIB untuk membahas anggaran dan program kerja dalam RKA dan RKP.

kini

BGN memperkuat penyaluran MBG untuk kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita, serta melakukan moratorium pendirian dapur baru. Fokus diarahkan ke wilayah 3T dengan penekanan pada kualitas makanan bergizi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Komisi IX DPR menggelar rapat perdana bersama pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas anggaran dan program kerja, termasuk efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Who?
    Kepala BGN Nanik S Deyang, Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini, serta anggota Komisi IX DPR hadir dalam rapat. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menerima laporan dari Nanik terkait efisiensi anggaran.
  • Where?
    Rapat berlangsung di kompleks DPR RI, Jakarta. Sebelumnya, pertemuan antara Kepala BGN dan Presiden dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
  • When?
    Rapat dijadwalkan pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 13.00 WIB. Pertemuan Nanik dengan Presiden berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026.
  • Why?
    Pembahasan dilakukan untuk menyesuaikan rencana kerja dan anggaran BGN agar lebih efisien serta memastikan penyaluran MBG tepat sasaran bagi kelompok prioritas seperti ibu hamil, menyusui, dan balita.
  • How?
    Pemerintah melalui BGN akan melakukan moratorium dapur MBG baru, memetakan kebutuhan dapur ideal di tiap wilayah, mengevaluasi standar operasional dapur yang ada, dan memfokuskan distribusi ke daerah tertinggal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hari ini orang-orang di DPR rapat sama Bu Nanik yang baru jadi bos di Badan Gizi Nasional. Mereka ngomongin uang dan rencana buat kasih makan bergizi ke ibu hamil, ibu menyusui, dan anak kecil. Bu Nanik mau hemat uang tapi tetap kasih makanan sehat. Sekarang dapur-dapur makan itu dicek biar bersih dan aman.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rapat perdana antara Komisi IX DPR dan pimpinan baru BGN mencerminkan langkah awal yang terarah dalam memperkuat tata kelola program gizi nasional. Fokus pada efisiensi anggaran, pemerataan penyaluran ke wilayah 3T, serta peningkatan kualitas dapur MBG menunjukkan komitmen terhadap transparansi, ketepatan sasaran, dan peningkatan mutu layanan bagi kelompok rentan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komisi IX DPR dijadwalkan akan menggelar rapat bersama skuad pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas anggaran dan program kerja setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mengatakan, rapat akan difokuskan untuk membahas secara rinci anggaran BGN dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

Yahya memastikan, Kepala BGN Nanik S Deyang akan hadir dalam rapat yang dijadwalkan akan digelar pada pukul 13.00 WIB Senin (15/6/2026).

"Bahas anggaran dan program kerja," ujar Legislator Golkar itu.

Nanik sempat menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini terjadi selang beberapa hari sejak dia dilantik sebagai pimpinan baru BGN menggantikan Dadan Hindayana yang terjerat dugaan kasus korupsi.

"Efesiensi anggaran, kabar gembira. Biar turun, biar turun, efesiensi. Mau lapor Pak Presiden efesiensi," kata Nanik kepada jurnalis saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ke depan, BGN akan memperkuat penyaluran MBG untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nanti akan diwajibkan menyalurkan program kepada kelompok ini.

Langkah ini dilakukan karena MBG dinilai paling efektif mendukung pertumbuhan anak usia nol bulan hingga sembilan tahun.

BGN juga akan melakukan moratorium atau penghentian sementara pendirian dapur MBG baru karena ditemukan penumpukan SPPG di wilayah aglomerasi.

Selain itu, pemerintah akan melakukan pemetaan kebutuhan dapur ideal di setiap wilayah agar program lebih efisien. Meski demikian, Nanik memastikan moratorium tidak akan mengurangi jumlah penerima MBG yang sudah berjalan saat ini.

Selain itu, BGN akan mengevaluasi dapur-dapur MBG yang sudah beroperasi, mulai dari aspek keamanan pangan, fasilitas, hingga kompetensi sumber daya manusia (SDM). Dapur yang tidak memenuhi standar akan ditangguhkan sementara.

Penyaluran MBG dari wilayah aglomerasi dan sekolah elite ke depan akan difokuskan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Di wilayah 3T, BGN akan memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia, seperti kantin sekolah dan dapur komunitas.

BGN juga telah mendapat restu dari Presiden Prabowo untuk tidak fokus pada mengejar target 82 juta penerima MBG tahun ini. BGN akan fokus memperbaiki kualitas untuk memastikan penerima mendapatkan makanan yang bergizi. 

“Sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi ya,” kata Nanik.

Editorial Team

Related Article