Riset IMGR: Mayoritas Anak Muda Anggap Kritik Bentuk Nasionalisme

- Riset IMGR 2027 menunjukkan 59,3 persen Milenial dan Gen Z menilai menyuarakan kritik terhadap kebijakan tidak adil sebagai bentuk cinta tanah air yang lebih relevan dibanding kegiatan seremonial.
- Sebanyak 61 persen responden memilih membeli dan menggunakan produk lokal sebagai wujud nasionalisme, mencerminkan nilai identitas serta dukungan terhadap ekosistem merek Indonesia.
- IMGR 2027 juga menemukan 62,6 persen anak muda bersikap skeptis terhadap penggunaan sentimen nasionalisme untuk kepentingan politik atau citra tanpa komitmen nyata.
Jakarta, IDN Times - Milenial dan Gen Z kerap dianggap kurang nasionalis karena akrab dengan budaya global. Mulai dari menggunakan bahasa asing hingga minim mengekspresikan nasionalismenya melalui kegiatan seremonial yang lazim digunakan pada generasi sebelumnya.
Namun, Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 menunjukkan, nasionalisme di kalangan anak muda tidak hilang. Sebaliknya, cara mereka mengekspresikan kecintaan terhadap Indonesia mengalami perubahan.
Temuan tersebut terungkap dalam Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 yang dirilis IDN Research Institute. Penelitian dilakukan dalam dua gelombang dengan melibatkan 628 responden, terdiri dari 279 Milenial dan 349 Gen Z, menggunakan metode survei kuantitatif, wawancara mendalam, dan triangulasi dengan berbagai data nasional maupun global.
Hasil survei menunjukkan 59,3 persen Milenial dan Gen Z menganggap menyuarakan kritik terhadap kebijakan yang tidak adil sebagai bentuk mencintai Indonesia. Sementara itu, 61 persen responden memilih membeli dan menggunakan produk lokal sebagai wujud kecintaan terhadap Tanah Air.
Table of Content
1. Kritik kebijakan sebagai bentuk mencintai Indonesia

Dalam survei IMGR 2027, responden diminta memilih tindakan yang paling mencerminkan cara mereka mencintai Indonesia. Hasilnya, sebanyak 59,3 persen Milenial dan Gen Z memilih menyuarakan kritik terhadap kebijakan yang tidak adil.
Temuan ini menunjukkan Milenial dan Gen Z lebih mengaitkan nasionalisme dengan tindakan nyata dibandingkan dengan kegiatan seremonial.
2. Anak muda membeli produk lokal sebagai bentuk mencintai Indonesia

Selain kritik terhadap kebijakan, membeli dan menggunakan produk lokal menjadi bentuk mencintai Indonesia yang paling banyak dipilih responden sebesar 61 persen. Di sisi lain, hanya 8,1 persen responden yang memilih mengikuti upacara atau peringatan nasional sebagai bentuk mencintai Indonesia.
Menurut laporan IMGR 2027, membeli produk lokal tidak hanya berkaitan dengan identitas, tetapi juga telah menjadi bagian dari nilai yang diyakini sebagian Milenial dan Gen Z.
Laporan itu menyebut konsumen yang membeli produk lokal karena alasan nasionalisme cenderung memiliki motivasi yang lebih stabil dibandingkan mereka yang membeli produk hanya karena harga atau tren.
IMGR 2027 juga menilai merek lokal yang secara terbuka menunjukkan asal-usul dan kontribusinya terhadap ekosistem Indonesia, berpotensi membangun loyalitas konsumen yang lebih dalam dibandingkan sekadar mendorong pembelian berulang.
3. Anak muda skeptis saat nasionalisme dipakai untuk kepentingan politik

Di sisi lain, IMGR 2027 menemukan 62,6 persen Milenial dan Gen Z bersikap skeptis ketika sentimen nasionalisme digunakan untuk kepentingan politik.
IMGR menyebut, sikap skeptis serupa tidak hanya ditujukan kepada aktor politik, tetapi juga kepada brand yang menggunakan narasi nasionalisme, lingkungan, atau isu sosial tanpa menunjukkan komitmen nyata.
Sebanyak 34,5 persen responden mengaku langsung curiga ketika tokoh publik mengangkat isu yang mereka pedulikan, karena dianggap sebagai upaya dalam membangun citra. Sementara 15,6 persen responden memilih mengabaikannya sama sekali.
Kendati demikian, 31,9 persen responden mengaku tetap fokus pada isu yang dibahas, terlepas dari siapa yang menyampaikannya. Temuan ini menunjukkan Milenial dan Gen Z cenderung menilai substansi pesan, bukan hanya figur yang menyuarakannya.
4. IMGR dirilis saat acara Indonesia Summit 2026

IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Adapun survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
















