Jakarta, IDN Times - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) periode 2011 hingga 2013, Laksamana Muda (Purn) Soleman B. Ponto, menjadi perhatian publik, setelah memaparkan analisis mendalam terkait kasus penyiraman air keras yang dialami aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ponto memberikan pandangan mengenai indikator operasi intelijen dalam peristiwa tersebut.
"Kasus yang menimpa Andrie justru menunjukkan indikasi aksi tersebut bukan operasi resmi yang dirancang institusi BAIS," ujar Ponto dalam sebuah diskusi publik.
Lantas, siapa itu Soleman B Ponto? Berikut IDN Times ulas profilnya.
