Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Iran Bantah Sepakat Beri Semua Stok Uraniumnya ke AS

Iran Bantah Sepakat Beri Semua Stok Uraniumnya ke AS
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)
Intinya Sih
  • Iran membantah laporan media AS yang menyebut mereka bersedia menyerahkan seluruh stok uraniumnya ke Amerika Serikat, menegaskan isu itu tidak dibahas dalam negosiasi terbaru.
  • Dalam MoU hasil negosiasi, Iran dan AS sepakat memperpanjang gencatan senjata 60 hari, membuka Selat Hormuz, serta mencabut sanksi ekonomi tanpa menyentuh isu uranium.
  • Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menolak keras penyerahan uranium ke pihak mana pun dan memperingatkan bahwa rencana AS mengambil uranium bisa mengganggu proses perdamaian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran pada Minggu (24/5/2026) membantah kabar bahwa mereka telah bersedia menyerahkan semua uraniumnya ke Amerika Serikat. Bantahan ini diberikan tidak lama usai salah satu media AS, The New York Times, dalam laporannya mengklaim Iran telah bersedia memberikan semua cadangan uraniumnya kepada AS usai melakukan negosiasi lanjutan yang digelar sejak Kamis (21/5/2026).

Menurut seorang sumber internal Pemerintah Iran kepada Reuters, negosiasi lanjutan dengan AS sama sekali tidak membahas soal uranium dan program nuklir Iran. Sebab, negosiasi tersebut hanya membahas upaya kedua negara guna mengakhiri perang yang sudah pecah sejak 28 Februari lalu. Oleh karena itu, laporan New York Times soal kesediaan Iran memberi uraniumnya ke AS dapat dipastikan tidak valid.

1. Iran dan AS sudah menyepakati sejumlah hal usai negosiasi

Orang mengatakan sepakat.
ilustrasi sepakat (pexels.com/Vie Studio)

Dalam negosiasi yang sudah dilakukan, Iran memang telah menyepakati sejumlah hal dengan AS. Namun, dalam memorandum of understanding (MoU) yang sudah ditandatangani, tidak ada satu pun poin yang menyebutkan bahwa Iran sepakat menyerahkan semua uraniumnya ke AS.

Dalam MoU tadi, Iran dan AS sepakat menyetujui sejumlah hal untuk mencapai perdamaian. Dari sisi Iran, mereka bersedia membuka Selat Hormuz. Sementara itu, AS bersedia menyudahi sanksi ekonomi terhadap Iran dan akan meminta Israel berhenti menyerang Lebanon. Iran dan AS juga menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Selat Hormuz juga akan dibuka dalam jangka waktu tersebut.

2. Pemimpin Tertinggi Iran menolak menyerahkan uraniumnya ke AS

Mojtaba Khamenei sedang menghadiri pertemuan.
potret Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan uranium Iran ke pihak mana pun, termasuk AS. Pernyataan itu disampaikan Khamenei lewat seorang pejabat Iran pada Kamis. Oleh karena itu, laporan New York Times soal kesediaan Iran menyerahkan uraniumnya ke AS sempat menuai pertanyaan dari sejumlah pihak. 

"Arahan Pemimpin Tertinggi dan konsensus di dalam pemerintahan adalah bahwa persediaan uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini," kata salah satu dari dua pejabat Iran yang minta namanya dirahasiakan untuk alasan keamanan pada Kamis dilansir Jerusalem Post

3. Rencana AS mengambil uranium Iran bisa ganggu negosiasi damai

Negosiasi damai.
ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Pejabat tadi menambahkan, Khamenei juga mengingatkan agar AS segera menghentikan niatnya untuk mengambil uranium Iran. Sebab, menurut Khamenei, rencana itu bisa mengganggu proses negosiasi damai antara AS dan Iran. Terlebih, proses negosiasi antara kedua negara kini sudah menunjukkan progres yang terbilang positif setelah sebelumnya sempat mandek. 

“Negosiasi difokuskan pada pengakhiran perang dan isu-isu terkait masalah nuklir tidak akan dibahas secara rinci pada tahap ini. Oleh karena itu, jika kita mencoba membahas detail masalah nuklir pada tahap ini, kita tidak akan mencapai kesimpulan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Jumat (22/5/2026). 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More