Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Spesifikasi Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia Buatan Italia
Kapal Garibaldi ketika memasuki perairan ALKI I dan dikawal Kapal Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. (Dokumentasi TNI AL)
  • Kapal induk Giuseppe Garibaldi hibah Italia tiba di Indonesia pada 17 September 2026 setelah perjalanan hampir sebulan, dikawal dua fregat dan pesawat Puspenerbal saat melintasi ALKI I.
  • Garibaldi berbobot 13.850 ton, berkecepatan maksimum 30 knot, mampu membawa 18–20 pesawat atau helikopter, serta direncanakan membantu penanganan bencana di Indonesia.
  • Mantan kapal AL Italia yang pensiun pada Oktober 2024 ini memiliki kemampuan komando, pertahanan diri, operasi amfibi, dan pernah terlibat dalam misi internasional di Somalia, Afghanistan, Lebanon, serta Mediterania.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
20 Februari 1978

Giuseppe Garibaldi diluncurkan di galangan Cantieri Navali, Monfalcone, Italia.

4 Juni 1983

Giuseppe Garibaldi mulai bertugas di Angkatan Laut Italia.

18 Februari hingga 5 April 1994

Kapal dikerahkan dalam Operasi Restore Hope di Somalia untuk mendukung operasi amfibi kontingen Italia.

1995

Giuseppe Garibaldi kembali dikerahkan ke Somalia untuk mendukung kontingen PBB dalam UNOSOM Task Force.

29 Agustus hingga 19 Oktober 2006

Kapal dikerahkan ke Lebanon sebagai pusat komando dalam Operasi Mimosa, yang dilanjutkan dengan Operasi Leonte.

November 2015 hingga April 2017

Giuseppe Garibaldi terutama bertugas sebagai kapal komando dalam Operasi SOPHIA Uni Eropa di Mediterania tengah.

Oktober 2024

Giuseppe Garibaldi dipensiunkan oleh Angkatan Laut Italia.

Kamis, 17 September 2026

Kapal Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia setelah mengarungi lautan dari Italia nyaris selama sebulan. Kapal hibah Italia itu dikawal KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, dan pesawat Puspenerbal saat melintasi ALKI I.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kapal induk Giuseppe Garibaldi, hibah Pemerintah Italia, tiba di Indonesia setelah perjalanan hampir sebulan dan direncanakan membantu penanganan bencana.
  • Who?
    Giuseppe Garibaldi dikawal KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, serta pesawat Puspenerbal. Kapal ini sebelumnya dioperasikan Angkatan Laut Italia.
  • Where?
    Kapal memasuki perairan Indonesia melalui ALKI I. Giuseppe Garibaldi dibangun di Monfalcone, Italia.
  • When?
    Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia pada Kamis, 17 September 2026. Kapal ini telah dipensiunkan Angkatan Laut Italia sejak Oktober 2024.
  • Why?
    Kapal akan dikerahkan untuk membantu penanganan bencana karena mampu menampung 10 hingga 18 helikopter serta mendukung operasi udara, laut, dan pengangkutan material.
  • How?
    Garibaldi berlayar dari Italia dan memasuki perairan Indonesia dengan pengawalan dua fregat serta pesawat Puspenerbal. Kapal dapat menjalankan fungsi kapal induk, komando, dan Landing Helicopter Assault.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kapal besar Giuseppe Garibaldi dari Italia sudah tiba di Indonesia pada 17 September 2026. Kapal ini dikawal dua kapal perang dan pesawat. Italia memberi kapal ini kepada Indonesia. Kapal ini bisa membawa banyak helikopter untuk membantu saat ada bencana. Dulu kapal ini dipakai Angkatan Laut Italia, tetapi sudah berhenti dipakai pada 2024.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kehadiran Giuseppe Garibaldi di Indonesia membuka ruang dukungan yang lebih terorganisasi bagi penanganan bencana, berkat kapasitas hingga 10–18 helikopter serta fungsi komando, pengendalian, dan pengangkutan material. Pengawalan oleh unsur laut dan udara saat memasuki perairan Indonesia turut menggambarkan penerimaan yang terkoordinasi terhadap aset dengan kemampuan operasi udara dan laut yang beragam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Usai mengarungi lautan nyaris selama sebulan dari Italia, Kapal Giuseppe Garibaldi akhirnya tiba di Indonesia pada Kamis, 17 September 2026. Saat memasuki wilayah perairan Indonesia, kapal Garibaldi dikawal oleh dua fregat yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Selain itu, ada pula pesawat dari Puspenerbal yang ikut mengawal Garibaldi saat melintasi ALKI I.

Kapal yang merupakan hibah dari Pemerintah Italia itu nantinya akan dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di Tanah Air. Sebab, kapal tersebut mampu menampung 10 hingga 18 helikopter.

Selain itu, kapal induk yang sempat digunakan oleh Angkatan Laut Italia itu juga memiliki spesifikasi yang membuatnya mampu menjalankan berbagai misi operasi udara dan laut. Berdasarkan data Marina Militare atau Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk kelas Garibaldi dengan nomor lambung 551.

Kapal tersebut dibangun di galangan Cantieri Navali di Monfalcone, Italia, diluncurkan pada 20 Februari 1978 dan mulai bertugas pada 4 Juni 1983. Namun, kapal tersebut telah dipensiunkan oleh AL Italia sejak Oktober 2024.

Berikut spesifikasi dan kecanggihan kapal induk Garibaldi.

1. Kapal Giuseppe Garibaldi memiliki bobot 13.850 ton dan kecepatan 30 knot

Kapal Garibaldi ketika memasuki perairan ALKI I dan dikawal Kapal Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. (Dokumentasi TNI AL)

Dari sisi ukuran, Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dengan lebar 23,4 meter pada garis air dan 30,4 meter pada dek penerbangan, sedangkan lebar dek penerbangan kapal mencapai 173,8 meter dengan sarat air 6,7 meter. Untuk dapat bergerak, kapal dengan bobot perpindahan 13.850 ton ini menggunakan sistem COGAG yang terdiri dari empat turbin gas FIAT/GE LM-2500.

Sistem tersebut menghasilkan daya 60.400 kilowatt atau sekitar 80.998 tenaga kuda untuk menggerakkan dua poros baling-baling. Dengan sistem penggerak tersebut, Giuseppe Garibaldi mampu mencapai kecepatan maksimum 30 knot dan memiliki jangkauan hingga 7.000 mil laut.

Sebagai kapal induk, Giuseppe Garibaldi dapat membawa sekitar 18 hingga 20 pesawat, termasuk EH101 dan AV-8B Plus. Sesuai kebutuhan misi, kekuatan udara yang dibawa kapal juga dapat terdiri dari helikopter EH101, SH90A, dan AB212.

Giuseppe Garibaldi sebelumnya juga mengoperasikan pesawat taktis AV-8B Plus Harrier II yang memiliki kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal atau STOVL.

2. Helikopter bisa mendarat di kapal induk Garibaldi

Kapal Garibaldi ketika memasuki perairan ALKI I dan dikawal Kapal Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. (Dokumentasi TNI AL)

Selain membawa pesawat dan helikopter, kapal ini dilengkapi sistem persenjataan untuk mendukung pertahanan diri, meliputi satu peluncur Albatros dengan delapan sel untuk rudal antipesawat Aspide serta tiga sistem senjata DARDO yang menggunakan meriam Breda 40/70.

Giuseppe Garibaldi juga dapat menjalankan fungsi komando dan pengendalian terhadap kekuatan angkatan laut serta kekuatan udara angkatan laut.

Kapal ini bahkan dapat berfungsi sebagai Landing Helicopter Assault (LHA) untuk mengangkut pasukan dan material menggunakan helikopter dalam operasi amfibi, serta memiliki kapasitas awak sebanyak 825 orang.

3. Kapal induk Garibaldi pernah terlibat berbagai operasi militer internasional

Kapal Garibaldi ketika memasuki perairan ALKI I dan dikawal Kapal Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. (Dokumentasi TNI AL)

Selama bertugas di Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi telah terlibat dalam berbagai operasi militer dan misi internasional. Pada 18 Februari hingga 5 April 1994, kapal ini dikerahkan dalam Operasi Restore Hope di Somalia untuk mendukung operasi amfibi kontingen Italia.

Giuseppe Garibaldi kembali dikerahkan ke Somalia pada 1995 untuk mendukung kontingen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam UNOSOM Task Force. Giuseppe Garibaldi juga menjadi pangkalan operasi bagi pesawat AV-8B yang bersama pesawat pasukan koalisi lainnya menjalankan misi dukungan dan pencegahan akses di Afghanistan.

Pada 29 Agustus hingga 19 Oktober 2006, Giuseppe Garibaldi kembali dikerahkan ke Lebanon sebagai pusat komando dalam Operasi Mimosa yang kemudian dilanjutkan dengan Operasi Leonte. Dalam operasi tersebut, pesawat yang berada di kapal melakukan patroli terhadap konvoi kapal dagang menuju Lebanon.

Setelah itu, dari November 2015 hingga April 2017, Giuseppe Garibaldi terutama dikerahkan sebagai kapal komando dalam Operasi SOPHIA Uni Eropa.

Operasi tersebut bertujuan mengganggu jaringan perdagangan manusia dan mencegah tragedi di laut di kawasan Mediterania tengah. Selain sebagai kapal induk dan pusat komando, Giuseppe Garibaldi juga dapat menjalankan fungsi sebagai Landing Helicopter Assault (LHA). Dalam peran ini, kapal menggunakan helikopter serbu untuk mengangkut pasukan dan material dalam operasi amfibi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article