Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stafsus Menag Sebut POUK Tesalonika Disegel Usai Doa akibat Kurang Ngopi
Stafsus Menteri Agama, Gugun Gumilar mendatangi rumah doa Yayasan POUK Tesalonika Teluknaga yang disegel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • Stafsus Menag Gugun Gumilar menilai penyegelan rumah doa POUK Tesalonika terjadi karena kurangnya komunikasi antara pihak gereja dan masyarakat sekitar.
  • Gugun meminta penyelesaian polemik dilakukan secara damai dengan melibatkan Kemenag Kabupaten Tangerang dan FKUB untuk memediasi kedua pihak.
  • Ketua Yayasan POUK Tesalonika berharap situasi segera kondusif agar masyarakat dan jemaat dapat beribadah serta hidup berdampingan dengan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
3 April 2026

Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar meninjau rumah doa POUK Tesalonika Teluknaga di Kabupaten Tangerang dan menilai penyegelan terjadi karena kurang komunikasi antara gereja dan masyarakat. Ia meminta masalah diselesaikan secara damai serta mengoordinasikan langkah dengan Kemenag dan FKUB setempat.

kini

Pihak yayasan POUK Tesalonika berharap polemik dapat berakhir baik agar masyarakat dan jemaat sama-sama merasa aman dan nyaman.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penyegelan tempat ibadah jemaat POUK Tesalonika Teluknaga di Kabupaten Tangerang terjadi setelah kegiatan doa, dan kini menjadi perhatian pemerintah untuk diselesaikan secara damai melalui dialog antarwarga.
  • Who?
    Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, pengurus Yayasan POUK Tesalonika Teluknaga, Ketua FKUB Kabupaten Tangerang, serta masyarakat sekitar yang terlibat dalam polemik penyegelan.
  • Where?
    Peristiwa berlangsung di rumah doa Yayasan Persekutuan Oikouemene Umat Kristen (POUK) Tesalonika, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
  • When?
    Kejadian dan pernyataan berlangsung pada Jumat, 3 April 2026, saat kunjungan Staf Khusus Menteri Agama ke lokasi rumah doa tersebut.
  • Why?
    Penyegelan diduga dipicu kurangnya komunikasi antara pihak gereja dengan masyarakat sekitar sehingga menimbulkan kesalahpahaman terkait aktivitas ibadah di lokasi tersebut.
  • How?
    Pemerintah melalui Kemenag dan FKUB berkoordinasi untuk memfasilitasi dialog damai. Gugun Gumilar mengajak semua pihak menyelesaikan persoalan dengan musyawarah agar masyarakat dan jemaat sama-sama merasa nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, minilai penyegelan tempat yang digunakan ibadah jemaat POUK Tesalonika Teluknaga, akibat kurangnya komunikasi antara pihak gereja dengan masyarakat sekitar.

"Ngopi aja, gak usah dibawa kemana-mana. Kita bangsa ini kan gemah ripah repeh loh jinawi, perlu dialog, musyawarah," katanya saat rumah doa Yayasan Persekutuan Oikouemene Umat Kristen (POUK) Tesalonika Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/4/2026).

1. Diselesaikan secara damai

Stafsus Menteri Agama, Gugun Gumilar mendatangi rumah doa Yayasan POUK Tesalonika Teluknaga yang disegel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Gugun meminta polemik penyegelan bangunan yang digunakan jemaat POUK Tesalonika, segera diselesaikan dengan damai.

Gugun mengaku sudah koordinasi dan meminta pihak Kantor Wilayah Kemanag Kabupaten Tangerang dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang, untuk 'turun gunung' menyelesaikan polemik tersebut.

"Barusan saya telepon ketua FKUB, camat dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten (Tangerang). Mereka respons bagus tinggal follow up, kita lihat nanti," katanya usai memberikan kurma ke pengurus yayasan dan gereja.

"Saya berada di tengah-tengah, tidak ke kanan dan ke kiri. Masyarakat tenang, gerejanya nyaman dan urusan negara kita sama-sama," ungkapnya.

2. Permasalahan diselesaikan dengan kepala dingin

Massa datangi rumah doa Yayasan POUK Tesalonika Teluknaga, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain itu, Gugun juga meminta seluruh pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin. Apalagi, antara masyarakat yang berpolemik merupakan sama-sama warga Kabupaten Tangerang.

"Ini kan kita bangsa Indonesia, satu kabupaten, satu lembur, satu kampung, enggak usah libatkan siapa-siapa, enggak usah harus ada dipertentangkan. Kurang ngopi aja, antara masyarakat dengan pengurus gereja. Saya siap jadi fasilitator ngopinya," katanya.

3. Masyarakat nyaman jemaat juga nyaman

Massa datangi rumah doa Yayasan POUK Tesalonika Teluknaga, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Ketua Yayasan POUK Tesalonika Teluknaga Oktavianto Marojahan Imannuel Pardede berharap, polemik di lingkungan tersebut dapat selesai dengan baik.

"Kami semua ingin semua baik. Masyarakat nyaman dan jemaat juga aman," ungkapnya.

Editorial Team