Suhu 43 Derajat dan Badai Gurun di Madinah

Cuaca di Madinah semakin panas, jemaah haji jaga kesehatan

Madinah, IDN Times - Memasuki hari ke-10 kedatangan jemaah haji Indonesia di Kota Madinah, Arab Saudi, suhu udara semakin panas. Pada Jumat (3/6/2023), suhu udara bahkan menyentuh angka 43 derajat celcius.

Panas menyengat sudah terasa sejak pagi hari. Udara semakin panas seiring semakin tingginya posisi matahari. Pantauan IDN Times dari aplikasi cuaca di smartphone, pada pukul 12.09 waktu Arab Saudi suhu udara 42 derajat celcius. Sangat jauh berbeda dengan suhu di Jakarta yang tercatat 32 derajat, dan di Makassar 31 derajat celcius.

Kurang dari 2 jam, yakni pada pukul 13.42 waktu Arab Saudi, suhu udara menyentuh angka 43 derajat celcius.

Baca Juga: Darmiah, Jemaah Haji yang Tak Bisa Melihat Tapi Sampai di Tanah Suci 

1. Madinah sempat diguyur hujan

Suhu 43 Derajat dan Badai Gurun di MadinahHujan mengguyur Bandara AMMA Madinah (IDN Times/Sunariyah)

Kendati panas menyengat, namun jemaah haji dari berbagai negara di dunia, tetap berkumpul di Masjid Nabawi untuk melaksanakan salat Jumat. Termasuk jemaah haji lanjut usia (lansia) dari Indonesia. Sejumlah jemaah lansia yang ditemui IDN Times tak mengeluhkan sedikit pun soal udara panas ini.

Sebelumnya, suhu udara di Kota Madinah berkisar antara 37-40 derajat celcius. Bahkan beberapa titik di Kota Madinah, seperti di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis sempat diguyur hujan selama 3 hari, sehingga membuat udara beberapa saat terasa sejuk.

2. Jemaah diimbau gunakan alas kaki dan kaos kaki agar kaki tidak melepuh

Suhu 43 Derajat dan Badai Gurun di MadinahAngin bertiup kencang di Bandara AMMA Madinah (IDN Times/Sunariyah)

Karena telah memasuki musim panas,
Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat Akhmad Fauzin mengimbau jemaah, khususnya jemaah lanjut usia, untuk menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar hotel dan masjid, dan istirahat yang cukup.

“Jika akan keluar hotel, (jemaah) selalu gunakan alas kaki dan kaos kaki untuk menghindari kaki melepuh, jika kehilangan alas kaki, jangan memaksakan diri pulang ke hotel tanpa sandal di siang hari, segera temui petugas dan minta bantuannya. Jangan lupa, selalu bawa dan minum air mineral dan oralit 1 saset per hari,” ujar Fauzin, Jumat (2/6/2023).

Ia juga mengingatkan agar jemaah mencatat nama dan nomor hotel sebelum berangkat ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, dan selalu mengenakan identitas pengenal, terutama gelang jemaah.

“Upayakan selalu berkelompok dan jangan memisahkan diri. Selalu saling bantu dan tolong menolong antar jemaah. Jangan sungkan untuk minta bantuan kepada petugas selama di embarkasi, pesawat, dan di Kota Madinah,” imbuh Fauzin.

 

Baca Juga: 7 Ribu Jemaah Bergerak dari Madinah ke Makkah, Laksanakan Ibadah Haji

3. Terjadi badai gurun di sore hari

Suhu 43 Derajat dan Badai Gurun di MadinahBadai gurun di Madinah, Arab Saudi (IDN Times/Sunariyah)

Hari ini cuaca di Kota Madinah tampak tidak bersahabat. Pada pukul 15.23 terjadi badai gurun atau ghubar di salah satu titik wilayah Madinah, yang menuju ke Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis.

Dari kejauhan terlihat angin kencang membawa debu dan pasir, dan dalam waktu sekejap membuat gunung-gunung batu dan area sekitarnya tertutup debu gurun. Pada malam hari sekitar pukul 20.30, angin bertiup kencang di area bandara.

Topik:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya