Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suntik Vaksin COVID-19, Jokowi: Kalau Diminta Paling Depan, Saya Siap!
Presiden Jokowi hadir di KTT ke-37 ASEAN secara virtual, di Istana Kepresidenan Bogor (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengatakan dirinya siap menjadi orang pertama yang divaksinasi COVID-19. Hal tersebut disampaikan Jokowi usai meninjau simulasi pemberian vaksin COVID-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Rabu (18/11/2020).

"Kalau ada yang bertanya presiden nanti di depan atau di belakang? Kalau oleh, kalau oleh, kalau oleh tim diminta, saya yang paling depan, saya siap," ujar Jokowi.

1. Tenaga kesehatan akan jadi prioritas pertama vaksinasi

Seorang tenaga kesehatan melambaikan tangan sebelum memberikan makanan kepada pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020) (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Jokowi mengatakan saat ini pemerintah sudah menyusun daftar siapa saja yang akan mendapatkan prioritas vaksin. Ia menyebut tenaga kesehatan akan menjadi yang pertama mendapatkan vaksin.

"Baik itu dokter, para perawat dan juga tenaga medis, paramedis yang ada. Itu yang diberikan prioritas, plus TNI dan Polri, kemudian nanti baru ASN untuk pelayanan-pelayanan publik yang ada di depan, guru dan kemudian tentu saja kita semuanya," ucapnya.

2. Jokowi perkirakan vaksinasi bisa dimulai akhir 2020 atau awal 2021

ilustrasi pengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jokowi hari ini meninjau simulasi pemberian vaksin COVID-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor. Ia  optimistis akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021 nanti vaksin sudah bisa disuntikkan ke masyarakat.

"Kalau melihat tadi di lapangan dan melihat simulasi tadi, kita memperkirakan, kita akan mulai vaksinasi itu di akhir tahun atau di awal tahun," kata Jokowi.

Ia juga berharap vaksin yang telah dibeli pemerintah bisa datang akhir November ini.

"Tapi kalau tidak bisa berarti masuk ke Bulan Desember. Baik itu dalam bentuk vaksin jadi maupun dalam bentuk nantinya bahan baku yang akan diolah di Biofarma," ucap Jokowi.

3. Jokowi: Vaksin harus mendapatkan persetujuan dari BPOM

ilustrasi vaksin rabies. (IDN Times/Arief Rahmat)

Jokowi mengatakan setelah vaksin COVID-19 tiba di Indonesia, masih ada proses yang harus dilalui sebelum disuntikkan kepada masyarakat.

"Kemudian setelah vaksin masuk ke Indonesia, kita terima itu masih ada tahapan lagi. Tidak bisa langsung disuntikkan. Masih ada tahapan lagi di BPOM karena kita memerlukan Emergency Use Authorisation (UEA) dari sana," jelas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, untuk mendapatkan UEA dari BPOM membutuhkan waktu tiga minggu. Menurutnya, keamanan vaksin tetap harus diutamakan.

"Kaidah-kaidah scientific, kaidah-kaidah ilmiah ini juga saya sudah sampaikan wajib diikuti. Kita ingin keselamatan, keamanan masyarakat itu harus betul-betul diberikan tempat yang paling tinggi," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article