Suporter Tewas Karena Petasan, Sekjen PSSI Menangis dan Prihatin

Masih segar dalam ingatan kita ketika pada bulan Juli lalu nama Ricko Andrean, seorang suporter Persib Bandung yang tewas setelah dikeroyok suporternya sendiri saat menyaksikan laga Persib kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun setelah insiden itu, kini tewasnya Catur Yuliantono suporter Timnas Indonesia ini juga menambah panjang daftar korban jiwa dalam dunia sepak bola Indonesia.
Pria berusia 32 tahun tersebut meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit akibat terkena ledakan petasan di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (2/9/2017) saat menyaksikan laga persahabatan yang mempertemukan anak-anak asuh Luis Milla tersebut dengan Fiji yang diakhiri dengan skor 0-0.
inilah video detik-detik peluncuran Kembang Api Berjenis Parasut flare mengenai suporter di tribun seberangnya.
Dengan Peluncuran kembang api berjenis Parasute Flare itu, warga Duren Sawit, Jakarta Timur yang bernama Catur Yuliantoro berusia 32 tahun itu wajahnya harus terluka parah karena terkena petasan yang dilemparkan oleh suporter Timnas lainnya. Awalnya jelang laga usai, petasan akan diledakkan ke udara, tapi alih-alih meluncur ke atas, petasan justru mengarah ke tribune timur, tempat di mana Catur berada. Namun ada pula netizen yang menanggapinya bahwa peluncuran menuju ke tribun timur selepas pertandingan adalah bentuk kesengajaan pelaku yang tidak menerima hasil dalam uji pertandingan tersebut.
Petasan itu pun kemudian mengenai wajah catur. Para penonton lain sudah mencoba memadamkan api yang menjalar di tubuh catur, tapi ternyata sulit dipadamkan. Selang beberapa menit, Catur dibawa ke rumah sakit oleh Serda Panji, salah seorang anggota Kostrad TNI, tapi dalam perjalanan nyawanya tak tertolong. Namun lebih mengiriskan hati lagi, korban yang sedang menyaksikan laga itu duduk nonton bersama dengan keluarganya.
Dengan melihat hal itu, sekjen PSSI menangis dan turut prihatin.

Sekretaris jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, tak mampu menahan rasa sedih saat menginformasikan meninggalnya salah satu suporter Indonesia kepada awak media usai laga antara Indonesia dan Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/9), yang dikutip Kompas.
Ia juga mengatakan korban meninggal dunia dengan cepat karena Luka yang diderita korban sangatlah berat khususnya dibagian wajahnya. Hal itu mengakibatkan korban meninggal dunia. Ia juga meminta kepada seluruh elemen untuk mengutuk aksi yang merenggut nyawa korban yang sangat menghancurkan nama baik sepak bola Indonesia saat ini. Bukan itu saja, Tisha juga mengaku PSSI tidak hanya sekadar berbelasungkawa, tapi akan bertanggung jawab kepada keluarga korban sepenuhnya sampai nanti pemakaman.
"Kami mengecam para pihak yang ingin menghancurkan sepak bola kita. Kami dari PSSI, Panpel, kami akan menemani korban hingga ke pemakaman. Kami berbela sungkawa kepada keluarga korban. PSSI bertanggung jawab atas insiden ini,” ujar Tisha yang tak sadar meneteskan air matanya.
Beruntungnya dalam insiden itu, pihak kepolisian setempat sudah bisa mengamankan pelaku yang menyalakan petasan tersebut. Dan saat ini pihak kepolisian juga langsung mengadakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Stadion Patriot.
Inilah detik-detik video Sekjen PSSI menangis saat konferensi pers.
Semoga dengan adanya rentetan kejadian yang menewaskan suporter di Indonesia menjadi titik terakhir yang merugikan sepakbola di Indonesia. Apalagi Catur bersama keluarga sejatinya untuk bersenang-senang bersama teman dan keluarganya, untuk menyaksikan Timnas kebanggannya berlaga.
Dan kejadian ini juga mengajarkan kalau pihak panitia penyelenggara dan pihak keamanan seluruh pertandingan sepak bola di Indonesia harus lebih awas dan lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dan pengamanan. Karena bagaimanapun juga, masuknya petasan ke tribun adalah sebuah kelalaian.
Semoga tak ada lagi nyawa yang harus melayang (hanya) gara-gara sebuah pertandingan sepak bola. Karena sejatinya penonton ingin dihiburkan dengan rasa kebahagian bukan rasa kesedihan yang mendalam.