Comscore Tracker

BRIN Jadi Lembaga Sendiri, Ternyata Ini Alasan Jokowi

Jokowi sebut BRIN amanat UU

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengatakan perombakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi lembaga tersendiri merupakan amanat dari UU Nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“BRIN Ini kan amanat dari Undang-Undang," kata Jokowi seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga: Profil Bambang Brodjonegoro, Menristek BRIN yang Beri Sinyal Pamit

1. BRIN dijadikan lembaga sendiri agar lebih produktif untuk penelitian dan pengembangan

BRIN Jadi Lembaga Sendiri, Ternyata Ini Alasan JokowiPresiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jokowi menyampaikan, BRIN dibentuk guna menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan (litbang kirap) serta invensi dan inovasi nasional. Tujuan pemisahan BRIN dari kementerian, menurut Jokowi, adalah agar proses penelitian dan pengembangan lebih produktif dan terintegrasi.

“Kita bangun pondasinya, infrastrukturnya, lalu SDM dan masuk ke riset, inovasi dan teknologi," jelas Jokowi.

2. Jokowi akan jadikan BRIN sebagai tempat penelitian dan pengembangan teknologi

BRIN Jadi Lembaga Sendiri, Ternyata Ini Alasan JokowiIDN Times/Galih Persiana

Lebih lanjut, Jokowi menyebut bahwa BRIN akan menjadi tempat mengimplementasikan segala penelitian dan pengembangan teknologi dan inovasi. Sehingga, BRIN dijadikan lembaga sendiri oleh Jokowi.

Sementara, fungsi Kementerian Riset dan Teknologi yang dilebur pada Kemendikbud hanya akan mengurusi soal akademis saja.

Baca Juga: Demi Bikin Kementerian Investasi, Jokowi 'Korbankan' Kemenristek BRIN?

3. Jokowi akan tambah anggaran Rp26 triliun untuk riset dan pengembangan

BRIN Jadi Lembaga Sendiri, Ternyata Ini Alasan JokowiPresiden Joko "Jokowi" Widodo (Dok. Biro Pers Sekretariat Negara)

Selanjutnya, pria kelahiran Solo ini juga mengungkapkan rencananya untuk menambah anggaran riset dan pengembangan sebesar Rp26 triliun yang ada di kementerian-kementerian. Nantinya, anggaran tersebut akan dijadikan satu ke dalam BRIN, sehingga akan terpusat dan terkonsolidasi di satu lembaga saja.

“Bisa langsung membuat produk. Misalnya apa? GeNose, ventilator dan sebagainya. Jadi anggarannya tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga: Istana Beberkan Alasan Jokowi Lebur Kemenristek dengan Kemendikbud 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya