Comscore Tracker

Target Jokowi 1 Juta Vaksin per Hari Belum Tercapai Sepenuhnya di Juli

Agustus nanti Jokowi targetkan 2 juta vaksinasi per hari

Jakarta, IDN Times - Gelombang virus corona masih terus melanda Indonesia. Setiap harinya pasien COVID-19 terus bertambah, hingga angka kematian terus meningkat. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah guna menekan angka penyebaran virus corona.

Salah satu upaya yang tengah digenjot pemerintah saat ini adalah vaksinasi. Bahkan, Presiden Joko “Jokowi” Widodo menargetkan herd immunity atau kekebalan komunal 70 persen tercapai pada akhir tahun ini.

Demi mencapai target tersebut, pemerintah selalu menggaungkan agar masyarakat berpartisipasi pada program vaksinasi dan meminta masyarakat untuk tidak takut divaksin.

Peningkatan vaksinasi terus digenjot oleh pemerintah. Bahkan, Presiden Jokowi memberi target pada jajarannya agar 1 juta vaksinasi per hari tercapai pada Juli. Kini, sudah memasuki akhir Juli, lalu apakah target 1 juta dosis per harinya sudah tercapai?

1. Target 1 juta vaksinasi belum tercapai sepenuhnya pada Juli ini

Target Jokowi 1 Juta Vaksin per Hari Belum Tercapai Sepenuhnya di JuliWarga yang juga pedagang pasar menerima suntikan vaksin COVID-19, di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (22/6/2021). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra.

Dikutip melalui data harian Satgas Penanganan COVID-19, target 1 juta vaksin per harinya belum tercapai sepenuhnya di Juli ini. Pada awal Juli 2021, pemerintah berhasil mencapai target 1 juta vaksin per hari yaitu mencapai 1.063.908 dosis.

Kemudian, berselang lagi pada 6 Juli sebanyak 1.105.807 dosis, lalu di 9 Juli penyuntikan mencapai 1.160.956 dosis. Berikutnya, angka vaksinasi tidak mencapai 1 juta per hari dan baru mencapai target lagi pada 14 Juli sebanyak 2.415.382 dosis per hari. Vaksinasi pada 14 Juli menjadi rekor terbanyak selama pandemik COVID-19.

Setelah 14 Juli, target vaksinasi masih belum mencapai 1 juta dosis per hari. Usai beberapa hari terlewati, target 1 juta vaksinasi kembali tercapai pada 27 Juli sebanyak 1.086.694, dan 29 Juli sebanyak 1.111.090 dosis per hari.

Baca Juga: [UPDATE] Alhamdulillah, 44.550 Orang Sembuh dari COVID-19 Hari Ini

2. Menkes sebut stok vaksinasi nasional saat ini tersisa 22 juta dosis

Target Jokowi 1 Juta Vaksin per Hari Belum Tercapai Sepenuhnya di JuliMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Dok. Humas KPK)

Meskipun program vaksinasi begitu digencarkan oleh pemerintah, namun akhir-akhir ini program vaksinasi Indonesia dinilai lambat. Bahkan, banyak daerah yang sudah kehabisan stok vaksin untuk masyarakat.

Terkait lambannya program vaksinasi, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan ternyata permasalahannya memang ada pada stok vaksin nasional yang dimiliki Indonesia saat ini.

Budi mengatakan stok vaksin yang dimiliki Indonesia saat ini tersisa 22 juta dosis. Dia menuturkan, Indonesia memiliki 85 juta dosis vaksin dan yang sudah disuntikkan sebanyak 63 juta dosis.

“Jadi ada distok pusat dan di provinsi kabupaten/kota sekitar 22 juta dosis. Itu stok berapa lama kira-kira stok gak sampai satu bulan,” kata Budi dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7/2021).

Budi menerangkan, selama ini pemerintah memang telah kedatangan hingga ratusan juta dosis vaksin, namun ratusan juta dosis itu datang dalam bentuk bahan baku, bukan vaksin jadi.

“Kalau teman-teman pernah dengar ada 132 juta dosis vaksin datang, itu dalam bentuk bahan baku. Kalau jadi vaksin cuma 80 persennya karena yang lainnya akan habis. Jadi vaksin jadinya sekitar 105 juta. Cuma jadinya 1,5 bulan sejak bahan bakunya datang,” terang Budi.

Maka dari itu, Budi menyebut, saat ini Indonesia baru memiliki 85 juta dosis vaksin. Sebab, 20 juta vaksin masih dalam proses di pabrik.

“Sisanya 20 juta masih dalam proses di pabrik sedang dibikin, sedang di quality insurrance, kemudian disertifikasi, baru kita dapat bertahap setiap minggu,” tuturnya.

Keterbatasan stok vaksin ini ternyata juga menjadi alasan vaksinasi di daerah lambat. Kendati begitu, Budi menyampaikan pemerintah akan terus mengupayakan agar jumlah vaksin terpenuhi.

“Saya memahami semua daerah sudah semangat untuk menyuntikkan vaksin. Kita akan berusaha memenuhinya sampai sekarang, sampai akhir bulan Juli akan datang sekitar 8 juta vaksin Sinovac dan 4 juta vaksin AstraZeneca. Jadi 12 juta akan datang mulai tanggal 25 sampai tanggal 31. Nanti akan kira kirimkan,” ungkap Budi.

3. Jokowi targetkan 2 juta dosis vaksinasi per hari

Target Jokowi 1 Juta Vaksin per Hari Belum Tercapai Sepenuhnya di Juli(Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Kendati Juli telah terlewati dengan target 1 juta vaksinasi yang tidak sepenuhnya tercapai, pemerintah masih harus bekerja keras untuk menggenjot program vaksinasi ini. Sebab, Presiden Jokowi meningkatkan targetnya di Agustus yakni 2 juta dosis vaksinasi per hari.

“Nanti bulan Agustus akan kita beri target dua kali lipat dari yang ada sekarang ini,” ucap Jokowi saat meninjau proses vaksinasi di Mabes Polri, yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (26/6/2021).

Jokowi menuturkan, hari ini memang dilakukan vaksinasi serentak di seluruh Polda dan Kodam. Proses vaksinasi yang dilakukan TNI-Polri itu juga bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Dengan adanya proses vaksinasi yang dilakukan serentak di Polda dan Kodam ini, Jokowi mengatakan bahwa program 1 juta vaksinasi per hari dimulai hari ini.

“Saya berharap dimulai hari ini target 1 juta vaksin untuk seluruh Indonesia, betul-betul kita jaga sampai nantinya bulan Juli,” kata Jokowi.

Lantas, dengan keterbatasan stok vaksinasi nasional, apakah target 2 juta vaksinasi mampu tercapai di Agustus mendatang?

Baca Juga: Menkes Budi Disomasi karena Belum Cabut Permenkes Vaksin Berbayar

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya