Comscore Tracker

[WANSUS] Ganjar Pranowo Beberkan Strategi Jateng Tekan Kasus COVID-19

Testing masif masih terus diupayakan di Jawa Tengah

Jakarta, IDN Timur - Per Selasa, 23 Juni 2020, kasus positif COVID-19 di Jawa Tengah mencapai 2.766 kasus. Hingga kini, Jawa Tengah masih memiliki cukup banyak kabupaten/kota yang masuk ke zona hijau atau kuning. Jumlah tersebut terbilang kecil dibandingkan wilayah-wilayah yang berada di Pulau Jawa.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga sempat mendapat pujian lantaran provinsinya bisa menekan angka penyebaran COVID-19. Dalam wawancara khusus melalui live Instagram IDN Times, Ganjar bercerita tentang langkah-langkahnya mengatasi virus corona di Jawa Tengah. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa provinsi dengan ibu kota Semarang itu tengah mempersiapkan diri memasuki era new normal atau normal baru.

Menurut Ganjar, dalam penanganan virus corona ini memang diperlukan komunikasi satu sama lain antar kepala daerah. Ia juga mengaku belajar dari banyak negara yang terdampak COVID-19.

"Saya belajar dari banyak negara. Terus menyediakan sarana pra sarana, fasilitas, semuanya dan tidak mudah. Saya sih merasa gak pas-pas amat seperti yang saya inginkan. Tapi kita kan harus lakuin ya," ujar Ganjar.

Ganjar menuturkan yang terpenting dalam penanganan virus corona adalah terus berusaha dan jangan berhenti. Meskipun cara yang digunakan tidak sempurna dan banyak kekurangan, namun tetap harus diperjuangkan.

Lalu, seperti apa cara Ganjar mengatasi virus corona di Jawa Tengah? Apakah sudah siap memasukin new normal? Mari simak di wawancara khusus bersama IDN Times.

Bagaimana situasi Jawa Tengah saat ini? Apakah sudah siap dengan normal baru?

[WANSUS] Ganjar Pranowo Beberkan Strategi Jateng Tekan Kasus COVID-19Dok. Humas Pemprov Jateng

Saya sudah rapat, saya pimpin sendiri, saya sampaikan begini untuk new normal itu butuh new norma. Jadi jangan normal dulu, normanya dulu dibuat. Ini harus jadi kesepakatan dan pengetahuan publik. Sepakat mengambil keputusan, sepakat rakyat untuk mengikuti sehingga nanti semuanya mau melaksanakan. Karena kita lihat mana grafik atau kurvanya yang sudah turun, mana yang sudah melandai dan melantai. Jadi yang melandai itu Rt-nya sudah di bawah 1 persen. Jadi kita cek satu per satu. Jangan tergesa-gesa.

Setelah itu normanya kita siapin. Norma umumnya apa, norma sektoralnya apa. Bagaimana dengan pendidikan, industri, kemudian tempat ibadah, sekolah, nah ini kan masih sulit transportasi umum. Nah ini yang sekarang lagi kita siapin, mudah-mudahan besok ketentuan hukumnya sudah jadi, nanti tinggal yang sifatnya khusus kita berikan kepada mereka yang akan melaksanakan.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Curhat Sulit Atur Pasar Saat Pandemik Virus Corona

Bagaimana cara Pak Ganjar menyosialisasikan COVID-19 dan normal baru ini hingga ke kelas bawah?

[WANSUS] Ganjar Pranowo Beberkan Strategi Jateng Tekan Kasus COVID-19Dok. Humas Pemprov Jateng

Ada formalnya melalui struktur pemerintahan. Terus ditambah kita ngomong ke bupati, wali kota, camat, kades (kepala desa), lurah sampai RT. Ada yang namanya Program Jogo Tonggo. Jogo Tonggo itu menjaga tetangga. Ada guidance kecil yang kita berikan kepada mereka, syukur bisa save levelnya RW sehingga mereka akan menjaga, mengecek siapa kelompok rentan, ibu hamil, ibu menyusui, balita, yang sakit, baru mudik, yang kena PHK. Itu dipetakan.

Siapa yang terlibat? Ada ibu PKK, ada posyandu, karang taruna, perangkat desa, TNI-Polri, tokoh agama, ini yang kita coba gerakkan. Itu untuk menjaga level yang paling kecil. Kita minta mereka untuk menyosialisasikan. Saya banyak melakukan sosialisasi menggunakan medsos saya. Sehingga kalau saya beraktivitas, kawan-kawan merekam, terus kita angkat.

Karena kalau saya teriak di pasar, ya segitu-segitu aja kan. Tapi kalau direkam, terus saya upload di YouTube, Instagram, orang akan melihat 'oh Pak Ganjar melakukan itu. Tuh kan pada ngeyel' karena sosialisasinya lebih gede lagi. Itu cara-cara yang coba saya pakai, ya meskipun yang tidak suka juga ada. 

Sebelum normal baru, Pak Ganjar sempat sidak ke mal. Bagaimana persiapannya?

[WANSUS] Ganjar Pranowo Beberkan Strategi Jateng Tekan Kasus COVID-19Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sidak ke Mal dan kantor pelayanan publik untuk kesiapan pemberlakuan new normal corona, Selasa (26/5). Dok Humas Jateng

Sebenarnya saya pengen lihat saja. ketika saya ngemal itu sebenarnya ngecek ya kondisi mal seperti apa, berapa pengunjung, bagaimana protokol kesehatannya, termasuk saya pengen tahu itu yang dagang laku apa gak.

Kemarin saya tanya ada yang jual tas, sepatu, ikat pinggang, 'emang laku hari gini?' 'iya sih pak biasanya ada orang 50 belanja, sekarang satu pak', 'terus gimana?', ternyata saya dapet ilmu dari mereka, 'jualannya kita geser. Sekarang saya jual pakai Facebook, Pak, pakai Instagram'. 'Laku gak?' 'laku, Pak, justru lebih laku di sana'. Itu ternyata juga meningkatkan pendapatan mereka. Sehingga saya tahu, saya ke mal itu juga untuk melihat lebih banyak yang seperti itu. 

Baca Juga: 6 Sektor akan Dibuka, Ganjar Pranowo Siapkan Jateng Sambut New Normal

Apakah juga diterapkan pembatasan pengunjung di mal? Bagaimana dengan pembatasan di tempat lain?

Besarannya dulu ya. Besarannya mesti jaga jarak, besarannya mesti pakai masker, besarannya mesti ada tempat untuk cuci tangan. Itu besarannya dulu. Sekarang dari besarannya kita turunin. Kalau mal kapasitasnya sehari berapa? Umpama sehari bisa 3 ribu orang. Oke, kalau gitu 500 dulu ya. Nanti kalau sudah bisa berjalan nambahin 1000. Kita tambah 2 ribu dan seterusnya. Sampai kemudian kalau kapasitasnya sampai 3 ribu itu, kemudian mau gak mal-mal ditulisin di depan kapasitasnya berapa. Kalau perlu nanti malnya dikampanyekan secara online.

Yang pasar-pasar kita tata pakai kotak-kotak. Yang ini sulitnya minta ampun sih. Sulit, saya akui. Tapi ketika Kota Salatiga membuat kan menjadi viral kan. Ditaruh di tengah jalan, di kotak-kotakin, dikontrol. Itu jalan sampai hari ini bagus. Rumah ibadah, masjid, kemarin saya cek nyiapin. Gereja kemarin sampai akhir Juni peribadatan ada keputusan baru apakah nanti akan streaming atau udah datang. jadi antara mereka sudah melakukan itu.

Termasuk sekolah. Tadi saya bicara dengan para guru, menyampaikan kepada mereka dengan Pak Dirjen Pendidikan Dasar Menengah. Kita bicara, yang masuk satu kelas dulu deh atau satu level aja. Umpama kelas 9 aja, kelas 11 aja. Kita coba dulu. Dari frekuensi dari kuantitas, lalu kemudian kita uji coba kan dulu, nanti kalau itu sudah berjalan kita naikkan.

Jadi besarannya seperti itu. Termasuk di pondok pesantren. Kan di pondok pesantren gak gampang ya. Mereka datang ramai-ramai. Satu kamar dihuni sekian banyak. nah ini perlu diatur ulang. Caranya gimana, ini ada yang belum ketemu. apakah mereka akan di rapid test dulu ketika datang atau diisolasi dulu. Kalau tempat tidurnya mesti berjarak, pasti gak cukup. Kalau gak cukup bagaimana caranya. Ini yang beberapa belum selesai, tapi besarannya begitu.

Bagaimana untuk pengaturan pasar tradisional?

Di Banyumas ada pasar setengah modern yang ramainya minta ampun. Itu Bupati Banyumas keren itu. Dua hari lagi ramai-ramainya sebelum lebaran, ramainya minta ampun, bupatinya turun. Langsung 'eh pemiliknya mana? Anda bisa atur gak ini? Langsung saya kasih peringatan pertama. Anda gak dengerin saya'. Telepon saya Pak Bupati. 'Pak Gubernur izin, ini dua hari mau saya tutup'. 'Bagus, tutup' saya bilang gitu. Tutup. Pas lagi ramai-ramainya ditutup. Ini contoh memberikan satu shock terapi agar orang paham soal itu.

Di Kota Semarang dua hari ini saya tengok terus Pasar Karangayu kemarin dicek ada yang positif, jadi ditutup sama Pak Wali Kota. Lalu dalam 3 hari ini mulai kemarin disemprotin. Terus saya nitip begitu. Tolong ditata jaraknya. Tolong ditata mereka mesti pakai masker. tolong ditata agar kalau bisa pakai sarung tangan plastik. Nah ini butuh edukasi untuk mereka berubah. Kalau mereka gak mau berubah, bahaya soal ini.

Kalau pasar tradisional ini memang sulit ya. Maka saya dorong terus kawan-kawan, bupati, wali kota ini untuk ngatur terus menerus. Jangan pernah bosen karena kita mau melindungi warga negara. Ayo kita atur. Bahkan ada yang izin 'pak kalau gitu jalannya kita tutup boleh gak?' 'Boleh. Tutup aja jalannya', 'nanti macet jalannya', 'diputer aja'. Karena ini kita memang dengan paradikma baru, kalau gak nanti bahaya di tempat seperti itu.

Bagaimana dengan pengaturan transportasi publik di Jawa Tengah?

[WANSUS] Ganjar Pranowo Beberkan Strategi Jateng Tekan Kasus COVID-19Dok. Humas Pemprov Jateng

Kalau Jawa Tengah itu antara ramai dan sepi. Transportasi itu sepi karena penumpangnya sedikit, maka mereka mengurangi secara alamiah. Sekarang kita mau normal baru. Ntar dulu, jangan normal baru dulu. Nanti kamu naik angkutannya gimana. Sementara ini mereka banyak gunakan sepeda. Penjualan sepeda naik semua. Anak-anak bersepeda, orang tua bersepeda. Ada olahraganya, dan dipakai untuk bekerja. Lumayan sih, ini menyehatkan dan bagus juga.

Jadi kemarin saya keliling-keliling naik sepeda, meskipun Semarang itu tanjakannya naik turun, tapi orang antusias. Ini suasananya sudah kayak di Belanda. Mudah-mudahan awal yang baik. Tapi yang transportasi umum belum. Sekarang ini transportasi terbantu karena sepinya orang, karena mereka masih WFH.

Untuk pembukaan sekolah, apa sudah ada yang dibuka? Bagaimana persiapannya?

Belum, belum. Nah makanya saya bilang oke. Maka yang kangen sekolah, kamu termasuk jenis yang bisa dipercaya gak? Kamu termasuk siswa yang disiplin apa gak? Jika jawabanmu iya, kami akan buka sekolah, tapi ada syaratnya, wilayahmu kurvanya harus rendah. Kalau daerahmu masuk wilayah bahaya, kamu akan dalam bahaya. Tapi kalau wilayahmu masih hijau, yuk kamu mulai dengan disiplinmu, dengan protokol kesehatan yang tepat dan kamu bisa memberikan contoh kepada kawan-kawanmu. Sehingga ketemu kawan-kawanmu dengan senang, rapi, tidak seperti kemarin. Kalau ketemu cipika cipiki, peluk-peluk, gandeng-gandeng, besok gak. Kalau kamu gak bisa, itu akan membahayakanmu. 

Tapi tahu gak apa kata orang tuanya? 'Pak Ganjar jangan dulu dong, anak sekolah susah diatur' begitu, malah saya dimarahin. Bahkan saya ingin membuat percontohan dulu sekolah dengan protokol kesehatan seperti apa. Biar orang mengerti.

Baca Juga: Ganjar Dimarahi Orang Tua Jika Jateng Buka Sekolah Selama Pandemik

Untuk sektor pariwisata apakah akan dilakukan simulasi sebelum dibuka? Kapan akan dibuka?

[WANSUS] Ganjar Pranowo Beberkan Strategi Jateng Tekan Kasus COVID-19ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Semua (dilakukan simulasi). Misalnya di Borobudur, ini Kota Semarang masih merah. Jangan dulu. Seperti di Lereng Gunung Lawu, habis lebaran ramai sekali. Tapi kalau kita bisa atur, pintu masuknya ditata, terus dikasih angka digital yang masuk lalu dibatasi maka cara kontrol kita yang paling baik. Sehingga di daerah-daerah hijau, pariwisata bagus.

Di Banyumas ada Batu Raden, Gunung Slamet, ada tempat-tempat yang bagus juga. Pak bupatinya sudah siap. Oke tapi jangan lupa simulasi dulu. Nah ini kita dorong. Desa wisata yang paling banyak. Saya punya pemetaan COVID-nya ini sampai desa-desa. Untuk desa-desa yang hijau, silakan. Tapi desa yang merah jangan, desa yang kuning latihan dulu.

Pak Jokowi ingin testing secara masif dilakukan, bagaimana dengan di Jawa Tengah?

[WANSUS] Ganjar Pranowo Beberkan Strategi Jateng Tekan Kasus COVID-19Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sidak ke Mal dan kantor pelayanan publik untuk kesiapan pemberlakuan new normal corona. Dok Humas Jateng

Ya betul karena Pak Jokowi kan minta, saya sepakat banget ya. Dulu awal-awal kok tenang-tenang aja. Lalu saya minta dari Gugus Tugas, Dinkes, kita lakukan rapid test. Pak Presiden kan perintahkan sehari 20 ribu, ayo kita kejar. Cuma memang polanya Jawa Tengah tidak kita lewat di rapid test, kita cari tempat kerumunan yang ramai. Apakah itu di pasar, di mal, toko-toko, rumah ibadah, kadang-kadang ada yang nekat buat event, klaster Gowa, pekerja migran, dan lain-lain. Klasternya kita tuju itu, itu, itu, kita rapid test semua. Kemarin langsung kita kirim. Ada berapa? 11.400, cepet langsung kerjakan. Tambahin lagi. Sekarang lagi berproses.

Maka, teorinya yang dikembangkan oleh Pak Jokowi bagus, kita tingkatkan agar tahu. Dan psikologinya begini, kawan-kawan kades, kawan-kawan camat, bupati/wali kota, ayo dong kita tracing, kita tes bareng-bareng secara masif. Untuk kita tahu dan gak usah takut tiba-tiba tinggi, itu jauh lebih baik tapi kita ketahui. Daripada takut citra, takut performanya di-bully buruk dan sebagainya, nanti diumpetin gak pernah dites. Bahaya juga. Maka tes aja, jujur aja. Integritasnya diberikan saja kepada masyarakat. Kalau ditanya Jawa Tengah meningkat, iya, kita cari kok orangnya. Jadi saya sampaikan pada teman-teman begitu.

Baca Juga: Ganjar Yakin 20 PNS yang Terjangkit Virus Corona Bisa Cepat Sembuh

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya