Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tiga Operasi Udara Tangani Karhutla Kalteng, Water Bombing di Tanjung Puting
Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pemerintah menjalankan tiga operasi udara untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah, yaitu water bombing, OMC dengan semai garam, dan OMC Dry Ice.

  • Operasi di Tanjung Puting telah melakukan 16 kali water bombing dengan penambahan helikopter dari TNI dan kehutanan.

  • Helikopter digeser ke Kuala Pembuang karena jarak pandang terbatas, sementara kebutuhan avtur sempat menjadi kendala.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (18/10/2026)

Raja Antoni menyampaikan bahwa pemerintah menjalankan tiga operasi udara untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah.

hari ini

Water bombing berhasil dilakukan sebanyak 16 kali. Pemerintah juga berencana menambah dua helikopter dari TNI dan satu helikopter dari kehutanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah melakukan tiga operasi udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan, termasuk 16 kali water bombing.
  • Who?
    Pemerintah, Kementerian Kehutanan, Raja Antoni, TNI, kehutanan, dan Pertamina terlibat dalam dukungan operasi udara.
  • Where?
    Operasi berlangsung di Kalimantan Tengah, khususnya Tanjung Puting dan Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.
  • When?
    Keterangan mengenai operasi disampaikan pada Minggu (18/10/2026). Water bombing disebut berhasil dilakukan hari ini.
  • Why?
    Operasi dilakukan untuk menangani karhutla dan menjaga masyarakat dari api. Helikopter digeser karena jarak pandang di sejumlah bandara terbatas.
  • How?
    Penanganan dilakukan melalui water bombing, OMC dengan semai garam, OMC Dry Ice, serta penambahan dan pemindahan helikopter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Mereka memakai pesawat untuk menjatuhkan air dan membuat hujan. Ada 16 kali water bombing di Tanjung Puting. Helikopter dipindahkan ke Kuala Pembuang karena pandangan kurang jelas. Avtur sempat tidak tersedia, tetapi pemerintah mencari solusinya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan karhutla dilakukan melalui beberapa operasi udara sekaligus, sehingga pemerintah memaksimalkan potensi yang tersedia. Penambahan helikopter, pemindahan armada ke Kuala Pembuang, serta penyediaan avtur menunjukkan adanya upaya menyesuaikan dukungan operasional dengan kondisi lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah melakukan tiga operasi udara dalam pengananan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Antoni, mengatakan, tiga operasi udara itu yakni water bombing, operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan semai garam (NaCl), dan OMC dry ice.

“Jadi tiga ini udara kita kerjakan dan kita tidak akan lepas tangan, tidak akan cuci tangan, tapi memaksimumkan potensi kita untuk menjaga masyarakat kita dari api,” ujar Raja Juli dalam keterangan tertulis Kemenhut, Minggu (18/10/2026).

1. Sebanyak 16 kali water bombing

Ilustrasi Water Bombing memadamkan api akibat karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dalam operasi udara ini, pemerintah telah melakukan 16 kali water bombing. Helikopter pun ditambah untuk penanganan karhutla, khususnya di kawasan Tanjung Puting.

“Alhamdulillah mulai kemarin sudah berusaha untuk diterbangkan dan hari ini berhasil untuk melakukan water bombing, 16 kali water bombing. Kita tambah lagi nanti ada dua heli dari TNI dan satu dari kehutanan. Jadi kita akan lakukan water bombing secara maksimum,” kata Raja Antoni.

2. Helikopter sempat digeser ke Kuala Pembuang

Helikopter Water bombing BNPB bersiaga di Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Pengerahan helikopter water bombing dilakukan setelah helikopter yang sebelumnya berada di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, digeser menuju Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Langkah tersebut diambil karena sejumlah bandara utama di Kalimantan Tengah terkendala jarak pandang (visibility) untuk penerbangan helikopter water bombing.

“Operasi udara kedua ya, water bombing yang sudah saya janjikan sebelumnya karena seluruh airport utama di Tjilik Riwut tidak bisa diterbangkan helikopter bombing karena visibility yang terbatas, maka kita geser helikopter bombing yang ada di Samsudin Noor Kalimantan Selatan ke Kuala Pembuang. Kuala Pembuang di Seruyan,” ujar Raja Antoni.

3. Terkendala ketersediaan avtur

Heli water bombing tampak kecil di tengah kobaran api/ IDN Times/ Riyanto

Operasi water bombing juga sempat menghadapi kendala ketersediaan avtur di Kuala Pembuang. Menhut mengatakan pemerintah langsung mencari solusi agar kebutuhan bahan bakar untuk mendukung operasi udara tersebut dapat dipenuhi.

“Ada masalah dengan avtur ya karena tidak tersedia avtur di Kuala Pembuang. Alhamdulillah tadi saya telepon Dirut Pertamina, beliau juga secara cepat, secara menyediakan avtur untuk water bombing,” kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article