Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TK hingga SMP di Kota Bogor Bakal Belajar Daring, Imbas Abu Anak Krakatau
ilustrasi sekolah online (Unsplash/ Compare Fibre)
  • Pemkot Bogor mengalihkan pembelajaran TK, SD, dan SMP ke sistem daring mulai Senin, 7 September 2026, akibat penurunan kualitas udara dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Kebijakan PJJ diterapkan untuk melindungi anak dari partikel abu tajam yang berisiko mengganggu pernapasan; Disdik menyiapkan skema daring dan orang tua diminta mendampingi anak di rumah.
  • Pemkot memakai ISPU Kementerian Lingkungan Hidup sebagai acuan kewaspadaan: warga diminta mengurangi aktivitas luar saat kuning, serta menutup ventilasi dan menghentikan kegiatan luar jika level merah hingga hitam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
6 September 2026

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengumumkan kegiatan belajar mengajar akan sementara dialihkan ke rumah demi keselamatan dan kesehatan anak.

7 September 2026

Pemkot Bogor mulai menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi TK, SD, dan SMP akibat penurunan kualitas udara dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemkot Bogor mengalihkan kegiatan belajar mengajar TK, SD, dan SMP menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring akibat penurunan kualitas udara karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Who?
    Pemkot Bogor, Wali Kota Dedie A. Rachim, Dinas Pendidikan Kota Bogor, kepala sekolah, tenaga pendidik, siswa TK hingga SMP, serta orang tua murid terlibat dalam pelaksanaan PJJ.
  • Where?
    Kebijakan berlaku di Kota Bogor, sementara pembelajaran dilakukan dari rumah masing-masing siswa.
  • When?
    PJJ mulai diterapkan pada Senin, 7 September 2026, setelah keputusan disampaikan Wali Kota Bogor pada Minggu, 6 September 2026.
  • Why?
    Partikel abu vulkanik tajam yang terbawa angin berisiko mengganggu saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan remaja, sehingga keselamatan serta kesehatan siswa diprioritaskan.
  • How?
    Disdik Kota Bogor berkoordinasi dengan sekolah untuk menyiapkan pembelajaran daring. Evaluasi mengacu pada ISPU Kementerian Lingkungan Hidup, sementara orang tua diminta mendampingi anak di rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Anak TK, SD, dan SMP di Kota Bogor mulai belajar dari rumah pada Senin. Ini karena abu dari Gunung Anak Krakatau membuat udara tidak baik. Wali Kota Dedie ingin anak-anak aman dan sehat. Guru menyiapkan belajar lewat internet. Orang tua diminta menemani anak dan jangan membiarkan mereka bermain di luar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengalihan sementara pembelajaran ke rumah menunjukkan upaya Pemkot Bogor menjaga pendidikan tetap berlangsung sambil menempatkan kesehatan siswa sebagai prioritas. Koordinasi Disdik dengan sekolah, pendampingan orang tua, serta penggunaan ISPU sebagai acuan mencerminkan respons yang terukur terhadap risiko abu vulkanik bagi anak-anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi mengalihkan aktivitas belajar mengajar tingkat TK, SD, dan SMP menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring mulai Senin (7/9/2026).

Keputusan ini diambil menyusul penurunan kualitas udara akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Mulai besok, kegiatan belajar mengajar dialihkan sementara ke rumah. Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita adalah hal yang paling utama," ujar Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Minggu (6/9/2026).

​1. Prioritas keselamatan anak dari ancaman partikel abu tajam

potret foto bersama anak sekolah dasar (pixabay.com/stokpic)

Dinamika udara akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau di wilayah Jawa dan Sumatra memicu kekhawatiran serius.

Partikel debu tajam yang terbawa angin berisiko merusak saluran pernapasan lebih cepat, terutama pada rentang usia anak-anak hingga remaja.

Kebijakan PJJ ini diberlakukan secara antisipatif agar proses pendidikan tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan perlindungan fisik siswa dari paparan udara buruk di luar ruangan.

2. Disdik siapkan teknis daring, orangtua diminta proaktif

Rapat Pemkot Bogor persiapan PPJ TK hingga SMP pada Minggu (6/9/2026). Humas Pemkot Bogor

Menindaklanjuti instruksi darurat tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor langsung berkoordinasi dengan para kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk menyusun skema pembelajaran interaktif secara daring.

Pemkot juga secara khusus menuntut peran serta wali murid untuk memastikan anak-anak mereka tidak bermain di luar rumah.

​"Kami meminta para orang tua untuk proaktif mendampingi anak-anaknya selama masa PJJ. Mari kita awasi bersama agar anak-anak tetap disiplin belajar dan terlindungi di rumah," imbau Dedie.

​3. Level ISPU harian jadi pantokan kewaspadaan

ISPU KemenLH sebagai indeks pencemaran udara. Istimewa

Selama masa penerapan PJJ, Pemkot Bogor menjadikan parameter Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementrian Lingkungan Hidup sebagai acuan utama evaluasi lapangan.

Warga diminta memantau untuk mengetahui kadar ISPU dalam meningkatkan kewaspadaan jika angka ISPU masuk kategori kuning (Tidak Sehat, nilai 101-200) dengan mengurangi aktivitas luar.

Apabila kondisi udara makin pekat dan menyentuh level merah (Sangat Tidak Sehat) hingga hitam (Berbahaya, nilai >300), masyarakat diwajibkan menutup seluruh ventilasi rumah dan menghentikan total kegiatan di luar ruangan demi keselamatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article