Jakarta, IDN Times - Usai berlayar selama 54 hari dari Jerman, kapal perang terbaru milik TNI Angkatan Laut (AL), KRI Canopus-936 memasuki perairan Indonesia pada Selasa (6/5/2026). Ketibaan kapal bantu hidro-oseanografi itu mendapat sambutan khusus melalui unsur laut dan udara di Selat Sunda. Ini merupakan penjelajah samudera tercanggih yang dimiliki oleh TNI AL.
Pesawat udara Casa 212-200 MPA P-8202 dari Wing Udara 1 melakukan flypast atau terbang rendah sebagai bentuk penghormatan ketika KRI Canopus-936 melintasi batas kedaulatan nasional. Mayor Laut (P) Musmuliadi yang mengawaki pesawat tersebut juga melaksanakan komunikasi radio dan pengambilan foto udara (photo exercise) di atas dek kapal sepanjang 105 meter itu.
Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Dani Widjanarka, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keterlibatan awak pesawat dalam penyambutan alutsista maritim tersebut. Ia menggarisbawahi pentingnya profesionalisme prajurit dalam mendukung kehadiran armada riset di masa depan.
"Terima kasih atas pelaksanaan giat tersebut. Tetap perhatikan keselamatan terbang selama di daerah operasi," ujar Dani dikutip dari keterangan Puspenerbal, Minggu (10/5/2026).
