Kopaska TNI AL Latihan Tangani Pembajakan Pesawat Selama 14 Hari

- Kopaska TNI AL menggelar latihan selama 14 hari di Bandara Juanda, Surabaya, untuk meningkatkan kemampuan penanganan bahan peledak dalam situasi pembajakan pesawat.
- Skenario latihan melibatkan simulasi pembajakan pesawat yang dipaksa mendarat dan penanganan IED oleh Tim EOD Kopaska menggunakan peralatan khusus di area steril.
- Kegiatan ini merupakan pelaksanaan perintah KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali guna memperkuat kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga keamanan objek vital nasional.
Jakarta, IDN Times - Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL menggelar latihan dengan materi penanganan bahan peledak pada situasi pembajakan pesawat.
Latihan yang berlangsung selama 14 hari yang dimulai sejak tanggal 15 sampai dengan 28 April 2026 ini berada di bawah kendali Dansat Kopaska Koarmada II, Kolonel Laut (P) Wido Dwi Nugraha di Bandara Juanda, Surabaya.
1. Meningkatkan kesiapsiagaan unsur Kopaska

Latihan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan unsur Kopaska dalam penanganan ancaman.
Termasuk, pembajakan pesawat di lingkungan Bandara Internasional Juanda yang merupakan objek vital nasional di wilayah kerja TNI AL.
2. Simulasi upaya rebut kembali pesawat yang dibajak

Skenario latihan ini disimulasikan sebuah pesawat yang sedang dibajak dipaksa mendarat di Bandara Juanda, kemudian Tim Kopaska merebut kembali pesawat dari tangan pembajak.
Namun dalam penanganannya, ditemukan IED (Improvised Explisived Device), selanjutnya Tim EOD (Explosive Ordnance Disposal) Kopaska melaksanakan identifikasi, evakuasi dan disposal di lokasi steril yang aman menggunakan peralatan EOD Kopaska.
3. Sesuai perintah KSAL

Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali yang menekankan untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan TNI AL terutama pada titik-titik Objek Vital Nasional (Obvitnas).
"Dalam situasi sekarang ini latihan menjadi hal yang sangat mahal, namun tidak menyurutkan semangat Kopaska untuk tetap berlatih," kata Komandan Kopaska Koarmada RI Laksma TNI Sadarianto di akhir kegiatan FMP (Full Mission Profile) sekaligus penutupan latihan di Lanudal Juanda.


















