Lamongan, IDN Times - Sebuah video yang memperlihatkan seekor harimau berkeliaran dan meraung-raung sambil berjalan di hutan jati Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan mendadak viral di dunia maya. Video yang belum diketahui kebenarannya itu pun ramai diperbincangkan warganet.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Video Harimau Berkeliaran di Hutan Solokuro Lamongan, Ini Kata Polisi

Tangkapan layar video harimau di hutan. IDN Times/Istimewa
1. Polisi masih selidiki kebenaran video yang tengah viral
Tangkapan layar video harimau di hutan. IDN Times/Istimewa
Kapolsek Solokuro, AKP Supriyanto mengaku sudah mendengar adanya informasi harimau yang berkeliaran dari mulut ke mulut. Namun, untuk mengetahui kebenarannya, polisi masih melakukan penyelidikan.
"Ya kita sudah mendengar kok mas, tapi kami belum bisa memastikan harimau itu memang ada atau tidak," katanya, saat dihubungi IDN Times, Kamis (31/12/2020).
2. Masyarakat diminta untuk hati-hati saat beraktivitas di dalam hutan
Tangkapan layar video harimau di hutan. IDN Times/Istimewa
Meski belum diketahui persis kebenarannya, namun polisi dengan tiga balok di pundaknya ini meminta kepada masyarakat, khususnya Solokuro agar tetap berhati-hati saat melakukan aktivitas di dalam hutan jati.
"Kalau memang ada, ya pastinya imbauan kita agar hati-hati karena harimau itu kan hewan liar dan hidupnya juga memang di hutan," jelasnya.
3. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarluaskan video tersebut
Tangkapan layar video harimau di hutan. IDN Times/Istimewa
Karena video tersebut masih diselidiki kebenarannya, Supriyanto pun meminta kepada masyarakat untuk bersabar. Ia mengimbau masyarakat untuk tak menyebarkan video karena bisa menimbulkan ketakutan.
"Sabar dulu mas, Insya Allah nanti kita informasikan kembali, apakah video itu benar atau tidak," pungkasnya.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorImron Saputra