Kepala BGN Lapor Prabowo, Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG

- Kepala BGN Nanik S Deyang melapor ke Presiden Prabowo bahwa anak dari keluarga kaya tidak akan lagi menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Presiden Prabowo menyambut positif laporan tersebut dan menegaskan bahwa keluarga mampu tidak diwajibkan menerima bantuan MBG jika merasa tidak membutuhkan.
- Pemerintah tetap fokus memastikan anak-anak Indonesia mendapat asupan gizi cukup melalui program MBG untuk mendukung kesehatan dan semangat belajar mereka.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, lapor ke Presiden Prabowo Subianto terkait pembaruan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu yang dilaporkan Nanik, yakni anak orang kaya nantinya tidak akan dapat MBG lagi.
"Maksudnya yang mampu, yang kaya nanti tidak dapat (MBG) lagi," ujar Nanik di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026) malam.
1. Presiden senang

Menurutnya, Presiden Prabowo merespons senang laporannya itu. Namun, Nanik masih enggan menjelaskan secara teknis terkait bagaimana menentukan anak tersebut berasal dari keluarga kaya.
"(Presiden) Senang banget," kata Nanik.
2. Prabowo tak paksa anak orang kaya yang tak butuh MBG

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan, program MBG tidak harus diterima seluruh kalangan masyarakat, khususnya keluarga yang merasa tidak membutuhkan bantuan tersebut.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berdialog dengan warga dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan, Gorontalo. Dalam kesempatan itu, dia menyebut anak-anak dari keluarga kaya tidak dipaksa menerima program MBG.
"Yang tidak perlu nggak apa-apa ya kan? Kalau anak-anak orang kaya nggak perlu nggak apa-apa, bener, iya nggak dipaksa," kata Prabowo pada Sabtu (9/5/2026).
3. Anak-anak disebut perlu dukungan gizi untuk belajar

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan, pemerintah tetap ingin memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup agar tumbuh sehat dan memiliki semangat belajar.
Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo. Pemerintah menilai program tersebut penting untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Tapi kita ingin anak-anak kita kuat, kita ingin anak-anak kita semangat, kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak rajin belajar," ujarnya.


















