Jakarta, IDN Times - Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, tengah menjadi sorotan warganet di media sosial. Perdebatan muncul usai salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak melayangkan protes kepada dewan juri.
Hal ini karena dewan juri memberikan nilai berbeda kepada peserta SMAN 1 Pontianak. Padahal, jawaban yang diberikan peserta tersebut sama dengan peserta lawan, SMAN 1 Sambas.
Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni, yang menjadi salah satu dewan juri, justru meminta peserta Grup C lebih memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan.
"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting, ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan, ya," kata Indri dikutip IDN Times dari YouTube MPR.
Menanggapi polemik tersebut, Sekretariat Jenderal MPR, Siti Fauziah, mengatakan MPR berkomitmen membenahi dan mengevaluasi sistem perlombaan, mulai dari aspek teknis hingga mekanisme komplain peserta di lapangan.
"MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparant and accountable," ungkap Siti dalam keterangan resmi, di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Terlepas dari polemik LCC yang terjadi, apa sebenarnya Empat Pilar MPR RI?
