Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

MC LCC Empar Pilar MPR Minta Maaf, Langsung Dirujak Warganet

MC LCC Empar Pilar MPR Minta Maaf, Langsung Dirujak Warganet
Pembawa acara Lomba Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI. (DOK. Tangkapan Layar Youtube MPR RI).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Shindy Lutfiana, MC LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar, menyampaikan permintaan maaf terbuka atas ucapannya yang menimbulkan kekecewaan peserta dan masyarakat.
  • Unggahan permintaan maaf Shindy di Instagram diserbu lebih dari 76 ribu komentar warganet yang mengkritik profesionalismenya dan meminta klarifikasi lebih lanjut.
  • Polemik bermula dari perbedaan penilaian dewan juri terhadap jawaban dua tim peserta, memicu protes hingga menjadi viral di media sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pembawa acara Lomba Final Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas pernyataannya yang menjadi sorotan publik di akun media sosial, Instagram.

Permohonan maaf tersebut disampaikan melalui unggahan resmi, setelah muncul polemik saat pelaksanaan babak final lomba yang berlangsung pada 9 Mei 2026.

Shindy mengakui terdapat ucapan yang tidak semestinya disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pemandu acara, terutama kalimat, “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja”, yang dinilai menimbulkan kekecewaan sejumlah pihak.

“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapa saya,” tulis Shindy di akun Instagramnya, seperti dikutip IDN Times, Rabu (13/5/2026).

1. Shindy minta maaf kepada peserta dari SMAN 1 Kalbar

MC LCC Empar Pilar MPR Minta Maaf, Langsung Dirujak Warganet
Pembawa acara Lomba Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI. (DOK. Tangkapan Layar Youtube MPR RI).

Shindy menyadari, ucapan tersebut telah memicu ketidaknyamanan dan melukai perasaan peserta lomba, guru pendamping, hingga masyarakat yang mengikuti jalannya kompetisi.

Shindy juga menyampaikan permohonan maaf kepada peserta dari SMA Negeri 1 Pontianak, guru pembimbing, serta masyarakat Kalimantan Barat yang memberikan perhatian terhadap kegiatan tersebut.

“Atas kejadian tersebut, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya," kata dia.

Shindy juga menyebut polemik ini menjadi pembelajaran penting bagi dirinya, agar lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan diksi ketika berbicara di ruang publik.

“Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana serta cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik,” ujarnya.

2. Puluhan ribu warganet mengomentari

MC LCC Empar Pilar MPR Minta Maaf, Langsung Dirujak Warganet
Ilustrasi berbagai media sosial terpopuler saat ini. (Google)

Akun Instagram Shindy diserbu ribuan komentar warganet, setelah potongan video saat babak final lomba beredar luas di media sosial. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan kritik hingga kekecewaan terhadap pernyataan Shindy yang dinilai tidak tepat disampaikan kepada peserta lomba.

Komentar warganet terus bermunculan di unggahan Instagram milik Shindy sejak video tersebut viral. Sebagian meminta agar pihak penyelenggara memberikan klarifikasi, sementara lainnya menyoroti ucapan Shindy saat memandu acara.

Pantauan IDN Times hingga Rabu (13/5/2026) pagi, sebanyak 76,9 ribu warganet menyerbu kolom komentar akun Instagram Shindy. Unggahan permintaan maaf itu juga telah diunggah ulang 1,730 pengguna platform tersebut.

"Lain kali jangan ambil job cerdas cermat kak, focus aja sama wedding, kan jadi ketahuan kalau kakak gak kompeten," tulis pengguna @patciot.

Selain itu, ada juga warganet yang mendesak Shindy menyampaikan permohonan maaf melalui video mengingat latar belakang dia sebagai pembawa acara (MC).

"Permintaan maafnya ngomong langsung dong, kan MC profesional," tulis @nurmitalitaaa.

"Lain kali kalau iadi MC acara cerdas cermat itu dengarkan dan perhatikan jawaban peserta dengan baik. Udah kak jadi MC wedding aja, udah pas. MC wedding gak perlu memperhatikan lain-lain. Kesalahan anda fatal sekali dalam kejadian ini," tulis pengguna lain @xannillecrax.

3. Final lomba cerdas cermat empat pilar MPR tuai polemik karena dewan juri

MC LCC Empar Pilar MPR Minta Maaf, Langsung Dirujak Warganet
Lomba cerdas cermat MPR di Kalbar viral di medsos. (Dok. Youtube MPR RI).

Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan di media sosial, setelah muncul perbedaan penilaian dari dewan juri terhadap jawaban yang dinilai sama. Dalam sesi pertanyaan rebutan, pembawa acara menanyakan proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), khususnya lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.

Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menekan bel dan menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) serta diresmikan oleh Presiden. Namun, salah satu juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita, memberikan nilai minus lima untuk jawaban tersebut. Pertanyaan yang sama kemudian kembali dibacakan dan dijawab Grup B dari SMAN 1 Sambas dengan redaksi yang serupa, lalu Dyastasita memberikan nilai 10 dengan alasan inti jawaban sudah benar.

Keputusan itu langsung diprotes oleh Grup C karena merasa jawaban mereka sama dengan Grup B. Dyastasita menilai jawaban Grup C tidak menyebutkan DPD, sedangkan peserta Grup C bersikeras bahwa unsur tersebut sudah mereka sampaikan. Meski peserta kembali menegaskan bahwa mereka telah menyebut Dewan Perwakilan Daerah, Dyastasita tetap mempertahankan keputusan dewan juri dengan menyatakan bahwa juri tidak mendengar penyebutan DPD dalam jawaban awal.

Saat Grup C meminta agar penonton turut menilai apakah jawaban mereka benar atau tidak, dewan juri menolak dan menegaskan keputusan tetap berada di tangan juri. Juri lain, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR Indri Wahyuni, kemudian mengingatkan pentingnya artikulasi dalam menjawab pertanyaan. Menurutnya, apabila juri tidak mendengar jawaban dengan jelas, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai, sehingga peserta diminta lebih jelas dalam pengucapan saat menjawab.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More