Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 M, Gus Ipul Ngaku Tak Tahu Detail Tender
Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)
  • Gus Ipul mengaku tidak mengetahui detail tender sepatu Rp27 miliar, termasuk merek dan pemenang, karena urusan teknis berada di bawah wewenang pejabat eselon Kementerian Sosial.
  • Setelah isu pengadaan viral, Gus Ipul memanggil jajaran Kemensos untuk meminta penjelasan serta memastikan mereka siap mempertanggungjawabkan proses dan hasil tender tersebut.
  • Ia menegaskan pengadaan dibagi ke beberapa unit pelaksana dan menolak adanya intervensi atau titipan agar seluruh proses tetap transparan sesuai aturan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
5 Mei 2026

Dalam acara Real Talk with Uni Lubis di Gedung IDN, Jakarta Selatan, Gus Ipul menyatakan tidak mengetahui detail tender pengadaan sepatu Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar dan menjelaskan bahwa urusan teknis berada di bawah wewenang pejabat eselon.

Beberapa hari ini

Setelah isu sepatu Sekolah Rakyat viral, Gus Ipul memanggil jajaran Kementerian Sosial untuk meminta penjelasan dan memastikan mereka siap mempertanggungjawabkan proses pengadaan.

kini

Gus Ipul menegaskan bahwa sejak awal pihaknya menjaga agar proses pengadaan berjalan sesuai aturan tanpa intervensi atau titipan dari pihak mana pun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar menjadi sorotan publik setelah muncul pernyataan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang mengaku tidak mengetahui detail teknis tender tersebut.
  • Who?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), jajaran pejabat Kementerian Sosial termasuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pihak pelaksana pengadaan di unit Sekolah Rakyat.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan oleh Gus Ipul di Gedung IDN, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dalam acara Real Talk with Uni Lubis By IDN Times.
  • When?
    Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa, 5 Mei 2026, setelah isu pengadaan sepatu Sekolah Rakyat viral dan menuai kritik publik.
  • Why?
    Isu ini mencuat karena nilai anggaran pengadaan sepatu mencapai Rp27 miliar dan menimbulkan pertanyaan publik mengenai transparansi serta akuntabilitas proses tendernya.
  • How?
    Gus Ipul memanggil jajarannya untuk meminta penjelasan dan memastikan mereka siap mempertanggungjawabkan proses pengadaan yang dilakukan oleh unit-unit terkait sesuai mekanisme birokrasi Kemensos.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada cerita tentang sepatu sekolah yang harganya banyak sekali, sampai dua puluh tujuh miliar. Pak Gus Ipul bilang dia tidak tahu siapa yang beli dan mereknya apa, karena itu kerja orang lain di kantornya. Sekarang dia sudah tanya teman-temannya di kantor supaya semua bisa jelaskan dan tanggung jawab dengan benar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Gus Ipul menunjukkan adanya upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas di tengah sorotan publik. Dengan menegaskan bahwa proses tender berada di bawah tanggung jawab pejabat teknis serta memanggil jajarannya untuk memberikan penjelasan, ia memperlihatkan komitmen terhadap tata kelola yang tertib dan bebas dari intervensi atau kepentingan pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Di tengah sorotan tajam publik terhadap pengadaan sepatu Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar rupiah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membuat pengakuan mengejutkan. Ia menyatakan tidak mengetahui detail teknis tender, termasuk merek sepatu dan siapa perusahaan pemenangnya.

Menurut Gus Ipul, wewenang untuk urusan teknis pengadaan barang dan jasa berada di tangan pejabat eselon di bawahnya.

"Pasti enggak tahu. Pemenangnya siapa? Pasti enggak tahu. Yang ikut dulu berapa tender? Ya pasti enggak tahu" ucap Gus Ipul dalam Real Talk with Uni Lubis By IDN Times di Gedung IDN, Kuningan, Jakarat Selatan, Selasa (5/5/2026).

1. Proses teknis tender merupakan tanggung jawab Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)

Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul menjelaskan bahwa dalam struktur birokrasi Kementerian Sosial, proses teknis tender merupakan tanggung jawab Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), yang merupakan pejabat setingkat Eselon II.

KPA kemudian membentuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang secara langsung menentukan proses hingga pemenang.

"Jadi saya juga perlu sampaikan bahwa kami tidak mengetahui sampai detail sebenarnya tapi hanya perencanaan dan kebijakan umum anggaran lah yang kita. Karena terus terang saja tidak semua saya tahu. Hal yang detail-detail. Saya hanya kebijakan-kebijakan umumnya saja," katanya.

2. Gus Ipul panggil jajaran Kemensos

Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)

Meski demikian, setelah isu ini menjadi viral dan menuai kritik, Gus Ipul mengaku telah memanggil jajarannya yang bertanggung jawab untuk meminta penjelasan dan memastikan akuntabilitas mereka.

"Baru beberapa hari ini saya minta penjelasan gitu. Dan saya minta mereka bisa menjawab dan bisa mempertanggungjawabkan," ungkapnya.

"Saya sudah ketemu sama mereka, saya tanya, 'Apakah ini kamu siap untuk mempertanggungjawabkan?'Ya mereka semua menyatakan siap menjawab semua," ucapnya.

2. Penganggaran dibagi beberapa unit

Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul menjelaskan bahwa proses pengadaan kebutuhan dalam program Sekolah Rakyat dilakukan setelah tahap penganggaran selesai dan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang sesuai bidangnya.

Ia menyebut, mekanisme pengadaan tidak terpusat di satu pihak, melainkan dibagi ke beberapa unit pelaksana di lapangan.

“Ada yang diserahkan ke kepala sekolah untuk melakukan pengadaan. Ada yang pengadaannya itu dilakukan oleh Biro Umum atau oleh lembaga yang memang ngurusi sekolah rakyat. Nah, jadi itu mereka berdua itu yang melakukan pengadaan,” lanjutnya.

3. Tidak boleh ada titipan

Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul menegaskan, sejak awal pihaknya berupaya menjaga agar seluruh proses pengadaan berjalan sesuai aturan dan tidak disusupi kepentingan tertentu.

“Nah, yang kita jaga dari awal adalah bagaimana pengadaan ini tidak boleh diintervensi oleh siapa pun. Tidak boleh ada titipan. Itu yang kami jaga,” tegasnya.

Editorial Team