Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengunjungi Waduk Aseni di Jalan H. Aseni Raya, Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (30/1/2026). (Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengunjungi Waduk Aseni di Jalan H. Aseni Raya, Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (30/1/2026). (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Intinya sih...

  • Pembangunan Waduk Aseni selesai Maret 2026

  • Waduk dapat mereduksi banjir hingga 13,1 persen

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan pembangunan Waduk Aseni di Jalan H. Aseni Raya, Kalideres, Jakarta Barat, rampung pada Maret 2026. Jika sudah selesai, waduk tersebut akan mereduksi banjir hingga 13,1 persen.

Hal itu disampaikan Rano saat berkunjung ke lokasi pada Jumat (30/1/2026). Jika pembangunannya selesai, kata Rano, maka keberadaan waduk tersebut akan menambah ruang terbuka biru di Jakarta.

"Rampungnya Maret tahun ini. Secara perhitungan, dengan kondisi seperti sekarang, tinggal penyelesaian akhir (finishing)," kata Rano dikutip dari siaran pers, Sabtu (31/1/2026).

1. Waduk untuk tambah kapasitas air

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengunjungi Waduk Aseni di Jalan H. Aseni Raya, Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (30/1/2026). (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Rano mengatakan, pembangunan Waduk Aseni dilakukan untuk menambah kapasitas tampungan air hujan.

Nantinya, air yang ditampung tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber air baku, mengurangi debit aliran Kali Semanan, serta menyediakan ruang interaksi publik.

"Ini akan menjadi tempat yang sangat baik. Warga setempat bisa memanfaatkannya," kata Rano.

2. Dapat mereduksi banjir

BPBD DKI cek banjir Jakarta. (Dok. BPBD DKI)

Selain itu, Waduk Aseni juga akan mereduksi banjir hingga 13,1 persen. Sebab, waduk tersebut memiliki daya tampung hingga 69.600 meter kubik.

Waduk Aseni dibangun di atas lahan seluas 4,47 hektare yang terdiri atas badan air seluas 1,7 hektare dengan kedalaman 4 meter dan area kering seluas 2,7 hektare.

Di kawasan waduk juga dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang direncanakan melayani sekitar 2.260 jiwa.

"IPAL tersebut memiliki kapasitas sekitar 470 meter kubik per hari yang menampung air limbah dari drainase kawasan sekitar waduk," kata Rano.

3. Fasilitas pendukung waduk

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengunjungi Waduk Aseni di Jalan H. Aseni Raya, Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (30/1/2026). (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Waduk tersebut juga memiliki fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan warga. Mulai dari balai warga, toilet, musala, area bermain anak, hingga area duduk berupa sunken plaza.

Dengan demikian, kata dia, Waduk Aseni tidak hanya berperan sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga ruang publik.

"Tujuan utamanya pengendalian banjir yang dilengkapi dengan ruang publik. Karena itu, fasilitas ini harus dimanfaatkan untuk kepentingan warga," ucap dia.

Rano juga berpesan agar Waduk Aseni dijaga dengan baik supaya bermanfaat dan berkelanjutan.

Editorial Team