Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pelabuhan dan Kantor-Kantor Rusak Akibat Gempa NTT, Istana: Segera Cek Korban

Pelabuhan dan Kantor-Kantor Rusak Akibat Gempa NTT, Istana: Segera Cek Korban
Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)
  • Gempa di Flores, NTT, menyebabkan bangunan runtuh, termasuk pelabuhan di Maumere dan sejumlah kantor.
  • Pemerintah meminta reruntuhan segera diperiksa untuk memastikan ada atau tidaknya korban yang masih tertimpa.
  • Mitigasi dan penyelamatan korban menjadi prioritas, sementara perbaikan infrastruktur belum dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, sejumlah bangunan rusak dan runtuh akibat gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Salah satunya terjadi di sebuah pelabuhan di Maumere.

Prasetyo mengatakan, pemerintah menerima laporan mengenai reruntuhan di pelabuhan tersebut. Sejumlah kantor juga dilaporkan runtuh. Pemerintah meminta kondisi reruntuhan segera diperiksa untuk memastikan ada atau tidaknya korban yang masih tertimpa.

"Satu pelabuhan yang dikirimkan ke kami juga di Maumere, itu ada reruntuhan-reruntuhan dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh. Nah, kami minta untuk segera dicek apakah ada korban di reruntuhan-reruntuhan tersebut gitu," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

  1. 1. Pemerintah pusat dan daerah harus bergerak cepat

    IMG-20260815-WA0027.jpg
    Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)

    Prasetyo mengatakan, telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT setelah gempa terjadi. Pemerintah pusat dan daerah, bersama seluruh pihak terkait termasuk TNI dan Polri, diminta segera melakukan mitigasi dan penanganan darurat.

    "Seluruh jajaran terkait, termasuk TNI dan Polri, melakukan langkah-langkah mitigasi, melakukan langkah-langkah cepat tanggap darurat terutama untuk segera mengatasi keadaan di awal-awal kejadian," paparnya.

  2. 2. Perbaikan infrastruktur belum jadi prioritas

    IMG-20260815-WA0076.jpg
    Warga di wilayah kepulauan Kabupaten Kepulauan Selayar mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur memicu peringatan dini tsunami, Sabtu (15/8/2026). (Dok. BPBD Selayar)

    Prasetyo mengatakan, pemerintah belum masuk ke tahap perbaikan infrastruktur karena gempa baru terjadi pada Sabtu pagi. Saat ini, pemerintah lebih memprioritaskan mitigasi dan penyelamatan korban.

    Penanganan juga disiapkan bagi warga yang rumahnya terdampak hingga tidak bisa lagi ditempati. Gubernur NTT juga telah berkoordinasi dengan kepala daerah di sekitar empat sampai lima kabupaten yang terdampak gempa.

    "Perbaikan mungkin belum ya, karena ini baru, kejadiannya juga baru tadi pagi. Yang paling penting adalah segera mitigasi, penyelamatan, ya kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan-penanganan," ujar dia.

  3. 3. Istana koordinasi dengan Basarnas dan BMKG

    Gempa M 7,7 gundang NTT, Tim SAR Gabungan langsung evakuasi korban IDok. Tim SAR)
    Gempa M 7,7 gundang NTT, Tim SAR Gabungan langsung evakuasi korban IDok. Tim SAR)

    Prasetyo mengatakan, laporan mengenai gempa telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi dilakukan dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala Basarnas, dan Kepala BMKG.

    BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Namun, peringatan tersebut telah dicabut. Prasetyo mengatakan sempat terjadi kenaikan muka air di sejumlah wilayah, tetapi tidak terlalu besar.

    "Kami tadi pagi juga sudah melapor kepada Bapak Presiden dan kami berkoordinasi dengan Menko PMK, kemudian kami juga tadi pagi sudah berkoordinasi dengan Kepala Basarnas, kemudian dengan Kepala BMKG," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More