Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wamen ESDM Tinjau Kesiapan Listrik dan SPKLU Jelang Mudik Lebaran
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot (ketiga dari kiri), didampingi oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (kedua dari kanan), Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri (kiri), dan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi (kedua dari kiri) saat melakukan simulasi pengisian daya kendaraan listrik di Rest Area KM 379A, Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (18/3).
  • Wamen ESDM Yuliot meninjau kesiapan listrik nasional dan SPKLU di Rest Area KM 379A Batang, memastikan pasokan daya aman dengan cadangan sekitar 17 gigawatt jelang arus mudik Idulfitri 2026.
  • PLN menyiapkan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik seluruh Indonesia, termasuk jalur utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, serta menurunkan lebih dari 5.000 personel untuk menjaga keandalan layanan.
  • Untuk kenyamanan pemudik EV, PLN menghadirkan teknologi Fast hingga Ultra Fast Charging, fitur digital EVDS di aplikasi PLN Mobile, serta sistem pembayaran elektronik EV-TAP di sejumlah rest area.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) meninjau kesiapan pasokan listrik dan infrastruktur pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah untuk memastikan layanan tetap aman dan andal.
  • Who?
    Wakil Menteri ESDM Yuliot, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, serta Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto terlibat langsung dalam pengecekan dan penyampaian kesiapan sistem kelistrikan nasional.
  • Where?
    Pengecekan dilakukan di SPKLU Rest Area KM 379A, Batang, Jawa Tengah, dengan cakupan kesiapan infrastruktur di seluruh Indonesia termasuk jalur utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali.
  • When?
    Kegiatan peninjauan berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026, menjelang periode mudik Idulfitri 1447 Hijriah yang diperkirakan mencapai puncaknya pada awal April mendatang.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik nasional tetap stabil serta mendukung peningkatan jumlah pengguna kendaraan listrik selama perjalanan mudik agar mobilitas masyarakat berjalan lancar dan aman.
  • How?
    Pemerintah dan PLN menyiapkan cadangan daya nasional sekitar 17 gigawatt, menghadirkan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) meninjau langsung operasional infrastruktur kelistrikan dalam menghadapi puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, termasuk infrastruktur pengisian kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang mendukung mobilitas masyarakat selama perjalanan mudik agar tetap aman dan nyaman.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, saat melakukan pengecekan langsung ke stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Rest Area KM 379A, Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3) menyampaikan bahwa pasokan listrik secara nasional berada dalam kondisi aman, dengan cadangan daya yang masih memadai untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi listrik.

"Dalam rangka siaga kelistrikan Idulfitri 2026, dari sisi ketersediaan daya mampu nasional (sekitar) 52 gigawatt, dan beban puncak sekitar 35 GW, sementara cadangan itu kita masih memiliki sekitar 17 gigawatt atau kondisinya aman," ujar Yuliot.

1. Pengecekan dilakukan di SPKLU Rest Area KM 379A, Batang

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot (kiri) saat menyimak paparan terkait kesiapan pasokan listrik dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah dari General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi (kedua dari kiri), di Rest Area KM 379A, Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (18/3). (Dok. PLN)

Yuliot menambahkan bahwa selain menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga terus memperkuat dukungan bagi pemudik yang menggunakan kendaraan listrik melalui perluasan jaringan SPKLU serta peningkatan teknologi pengisian daya yang lebih cepat sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.

Secara terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa perseroan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia, termasuk memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik selama masa siaga Ramadan dan Idulfitri 2026.

“Persiapan telah kami lakukan sejak jauh-jauh hari, baik dari sisi pembangkit, transmisi, hingga distribusi. Atas arahan Pemerintah melalui Kementerian ESDM, PLN siap menjaga pasokan listrik termasuk infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik tetap andal dan prima bagi masyarakat,” ujar Darmawan.

2. PLN menghadirkan 4.769 unit SPKLU di seluruh Indonesia

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot (kiri) ketika menyapa salah satu pengguna kendaraan listrik yang sedang melakukan pengisian daya di Rest Area KM 379A, Batang, Jawa Tengah.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menjelaskan, jumlah kendaraan listrik yang digunakan masyarakat untuk mudik Idulfitri tahun ini diproyeksikan mencapai lebih dari 23 ribu unit, meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun lalu.

"Seiring dengan meningkatnya adopsi EV di Indonesia, PLN terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur pengisian dayanya. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir akan kehabisan daya selama perjalanan, terutama pada momen mudik seperti ini," ujar Adi.

Guna mengantisipasi antrean panjang charging, PLN bersama para mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak antar SPKLU sekitar 22 kilometer.

Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, saat ini telah tersedia 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 titik baik di jalur tol maupun non-tol. Jumlah ini meningkat sekitar 70 persen dibandingkan periode Idulfitri tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, PLN juga menyediakan 15 unit SPKLU Mobile yang standby di titik-titik exit tol strategis, untuk melayani kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian daya darurat selama perjalanan.

"Selain kesiapan secara infrastruktur, untuk mendukung periode mudik ini kami juga telah menyiagakan lebih dari 5.000 personel yang bertugas memastikan SPKLU berfungsi optimal dan layanan kendaraan listrik berjalan lancar," ujar Adi.

3. Fasilitasi mudik lebih nyaman dan aman

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) didampingi Direktur Retail & Niaga PLN, Adi Priyanto (kiri) dan General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin (kedua dari kiri) ketika membantu pengisian daya kendaraan listrik milik salah seorang pemudik di SPKLU Rest Area KM 43 Tol Jakarta-Merak pada Senin (16/3). (Dok. PLN)

Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik, PLN juga mengoptimalkan teknologi pengisian daya di sejumlah SPKLU dengan tingkat okupansi tinggi. Teknologi yang sebelumnya menggunakan Standard Charging kini ditingkatkan menjadi Fast Charging hingga Ultra Fast Charging agar proses pengisian daya menjadi lebih cepat.

PLN juga telah menghadirkan layanan digital melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) yang terintegrasi dalam aplikasi PLN Mobile untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik. Melalui fitur Trip Planner, pengguna dapat mengetahui lokasi SPKLU terdekat di sepanjang rute perjalanan, serta fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau antrean pengisian daya secara real time dengan mekanisme walk-in.

Selain itu, PLN juga meningkatkan kemudahan transaksi melalui layanan pembayaran EV-TAP. Saat ini, terdapat 20 unit SPKLU di berbagai rest area sepanjang jalur mudik Trans Jawa yang telah dilengkapi sistem pembayaran menggunakan kartu elektronik sehingga proses pengisian daya menjadi lebih fleksibel.

"Berbagai kemudahan kami sediakan bagi pelanggan, termasuk apabila ada pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan bantuan, cukup melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau hotline layanan SPKLU melalui nomor WhatsApp 087-77-1112-123, yang bisa diakses selama 24 jam," kata Adi. (WEB)

Topics

Editorial Team