Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wamendagri Imbau Daerah Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto (dok. Kemendagri)
  • Wamendagri Bima Arya menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan perkotaan untuk memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga 2040.
  • Ia mengungkap sekitar 43,5 persen penduduk Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan makanan sehat, yang bisa menghambat lahirnya generasi produktif.
  • Bima mengapresiasi sejumlah pemerintah kota yang sudah mendukung pembangunan sektor pangan dan mendorong kolaborasi lintas sektor demi sistem pangan perkotaan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Wakil Menteri Dalam Negeri namanya Pak Bima bilang kota-kota harus kerja sama supaya orang bisa makan makanan sehat. Katanya banyak orang belum bisa makan sehat, padahal itu penting buat anak-anak tumbuh kuat dan pintar. Sekarang banyak wali kota sudah bantu bikin rencana makanan di kota supaya nanti semua orang cukup makan bergizi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Wamendagri dalam forum tersebut menunjukkan arah positif bagi penguatan ketahanan pangan perkotaan melalui semangat kolaborasi lintas sektor. Dengan apresiasi terhadap pemerintah kota yang telah mengalokasikan dukungan anggaran dan komitmen memperkuat sistem pangan berkelanjutan, langkah ini mencerminkan kesadaran kolektif untuk memanfaatkan momentum bonus demografi secara lebih produktif dan inklusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan di kawasan perkotaan merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan untuk memanfaatkan bonus demografi.

Menurutnya, kota memiliki peran strategis sebagai pusat konsumsi sekaligus penggerak kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan daya saing bangsa pada masa mendatang.

1. Wamendagri soroti momentum bonus demografi hingga akses pangan bergizi

Wamendagri Bima Arya di acara Garuda Youth Camp 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, Minggu (3/5/2026). (Dok. Kemendagri)

Bima menjelaskan, Indonesia saat ini tengah menikmati momentum bonus demografi. Namun, peluang tersebut diperkirakan hanya berlangsung hingga sekitar tahun 2038–2040, sehingga pemerintah daerah (pemda) perlu memastikan seluruh masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, memiliki akses terhadap pangan bergizi.

"Kalau kita tidak bisa memanfaatkan bonus demografi, maka pasti 2040 itu kita enggak akan jadi negara maju karena gagal memanfaatkan bonus demografi seperti negara-negara lainnya," ujar Wamendagri dalam Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota 2026 yang diselenggarakan di Hotel Grand Inna, Kota Medan, Sumatra Utara, Senin (29/6/2026).

2. Wamendagri sebut sekitar 43,5 persen penduduk Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan makanan sehat

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto (dok. Kemendagri)

Ia menambahkan, tantangan tersebut semakin mendesak mengingat masih sekitar 43,5 persen penduduk Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan makanan sehat. Ia menilai, kondisi tersebut dapat menghambat lahirnya generasi produktif yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Bagaimana mungkin kita bisa menggarap bonus demografi tadi menjadi manusia-manusia tangguh lima, sepuluh, lima belas tahun ke depan tanpa kita pastikan kota-kota ini tangguh secara pangan dan cukup untuk memberi mereka makan yang sehat," tegasnya.

3. Sejumlah pemerintah kota sudah memberikan perhatian serius terhadap pembangunan sektor pangan

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya sedang memberikan arahaan kepada Kepala Daerah di acara Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) (Puspen Kemendagri)

Selain itu, Bima juga mengapresiasi sejumlah pemerintah kota yang telah memberikan perhatian serius terhadap pembangunan sektor pangan melalui dukungan anggaran daerah. Ia berharap komitmen tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor guna membangun sistem pangan perkotaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

"Mari kita sama-sama memperkuat kolaborasi sinergi kita untuk membangun ekosistem menuju kota-kota Indonesia dengan kedaulatan pangan yang berkelanjutan," pungkasnya.

Selain Wamendagri, forum tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Medan sekaligus Ketua Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Rico Tri Putra Bayu Waas, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Direktur Operasional Rikolto Asia Tenggara Lily Wayong, serta para Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta perwakilan Bappeda dari pemerintah kota di seluruh Indonesia.

Editorial Team

Related Article