Pramono Persilakan Keluarga Balita Tewas Terperosok Lubang Gugat Pemprov

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan keluarga balita yang tewas akibat terperosok ke lubang proyek taman di Tebet untuk menggugat Pemprov DKI.
- Balita berusia empat tahun berinisial I jatuh ke lubang proyek sedalam empat meter saat bermain di sekitar lokasi pada malam hari.
- Petugas melakukan evakuasi dengan bantuan eskavator, namun korban dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke RSCM untuk penanganan medis.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mempersilakan keluarga balita yang meninggal dunia akibat terperosok ke lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di Tebet, Jakarta Selatan, menggugat Pemprov.
Pramono mengatakan galian tersebut merupakan proyek Pemprov DKI untuk taman, yang nantinya dikelola Corporate Social Responsibility (CSR).
"Kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan, karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan atau yang apa, anak kecil umur tiga tahun tengah malam masuk ke ruang gelap gulita, kemudian jatuh ke dalam," ucap Pramono di Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (30/6/2026).
1. Pramono sampaikan duka cita

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan ucapan duka cita. Dia juga sudah memerintahkan agar jajarannya langsung membantu keluarga korban sampai pemakaman jenazah.
"Saya pada waktu malam itu juga sudah memerintahkan untuk memberikan support sepenuhnya kepada keluarga, termasuk macam-macamnya, sudah ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta," ucapnya.
"Jadi kami sudah terlibat dari awal termasuk saya sudah memerintahkan kepada Camat, Lurah, dan sebagainya untuk ikut sampai dengan penguburan," kata Pramono.
2. Balita terperosok lubang sempit sedalam empat meter

Bocah laki-laki empat tahun berinisial I terperosok ke lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi Taman RW 04 atau Taman Tuyul, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 23.40 WIB.
Kapolsek Tebet, AKP Ischak, menjelaskan korban bersama teman-temannya saat itu bermain di sekitar proyek. Korban terperosok ke dalam lubang proyek dengan kedalaman empat meter yang berdiameter 30x30 cm.
“Rekan korban kemudian meminta pertolongan kepada petugas Poskotis Manggarai, dan dilanjutkan piket fungsi Polsek Tebet mendatangi TKP (lokasi kejadian),” ujar Ischak dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 28 Juni 2026.
4. Korban meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit

Petugas langsung ke lokasi dan melakukan upaya evakuasi secara manual. Seorang petugas masuk ke dalam lubang untuk menarik sang balita. Namun, upaya tersebut tak berhasil karena lubang begitu sempit.
Petugas kemudian mengerahkan dua unit eskavator dan membuat jalur aman di samping lubang, guna menghindari longsor.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 03.55 WIB, dan langsung dilarikan ke RSCM untuk penanganan medis lebih lanjut. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia, setelah mendapat perawatan medis.
"Kondisi korban balita tidak tertolong,” imbuh Ischak.

















