Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Rorotan Tolak Rencana Depo Kontainer Dekat Permukiman
Spanduk Warga Rorotan Kirana Legacy, Jakarta Utara, menolak rencana pembangunan depo kontainer/( dok Istimewa)
  • Warga Rorotan Kirana Legacy menolak rencana depo kontainer dekat permukiman karena truk diperkirakan melintas di Boulevard Kirana, akses utama motor dan mobil warga.
  • Warga mengkhawatirkan antrean truk, kemacetan, kebisingan aktivitas hingga malam, debu, serta risiko kecelakaan akibat jalan berlubang, genangan saat hujan, dan lampu jalan tidak berfungsi.
  • Selain dampak kesehatan dan potensi turunnya nilai properti, warga mempertanyakan kesesuaian rencana depo dengan RDTR karena lokasi tercatat sebagai SPU 1 atau Sarana Pelayanan Umum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
19/9/2026

Warga Rorotan Kirana Legacy menolak rencana pembangunan depo kontainer dekat permukiman. Mereka mengkhawatirkan kemacetan, kebisingan, debu, kecelakaan, dan penurunan nilai properti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Warga Rorotan Kirana Legacy menolak rencana pembangunan depo kontainer di dekat permukiman karena khawatir aktivitas truk dan penumpukan kontainer menimbulkan gangguan.
  • Who?
    Warga Rorotan Kirana Legacy di Jakarta Utara, termasuk perwakilan warga Linda, menyampaikan penolakan terhadap rencana depo kontainer tersebut.
  • Where?
    Rencana depo berada di sekitar permukiman Rorotan Kirana Legacy dan akses Jalan Boulevard Kirana, Jakarta Utara.
  • When?
    Penolakan disampaikan Linda pada Sabtu, 19 September 2026. Waktu pembangunan maupun operasional depo hingga saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Warga mengkhawatirkan kemacetan, antrean truk, kebisingan malam hari, debu, kecelakaan, kondisi jalan, genangan, serta dampak terhadap kesehatan dan nilai properti.
  • How?
    Warga menyatakan keberatan dengan menyoroti kemungkinan lalu lalang kontainer di boulevard dan mempertanyakan kesesuaian lokasi dengan RDTR yang ditandai sebagai SPU 1.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Warga Rorotan Kirana Legacy di Jakarta Utara tidak mau ada depo kontainer dekat rumah mereka. Linda bilang truk kontainer bisa bikin jalan macet, berisik, dan berdebu. Jalan di sana juga ada lubang dan lampunya tidak menyala. Warga takut kecelakaan, sakit karena debu, dan rumah mereka jadi kurang berharga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Suara warga Rorotan menunjukkan perhatian aktif terhadap kualitas lingkungan permukiman dan keselamatan penggunaan Boulevard Kirana. Kekhawatiran mereka tidak hanya menyangkut lalu lintas, kebisingan, dan debu, tetapi juga kondisi jalan, genangan, penerangan, kesehatan, serta kesesuaian tata ruang. Penelusuran peta RDTR memberi landasan konkret bagi dialog mengenai peruntukan kawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Warga Rorotan Kirana Legacy, Jakarta Utara, menolak rencana pembangunan depo kontainer di sekitar permukiman mereka. Warga khawatir kendaraan kontainer nantinya akan melintas di jalan yang selama ini digunakan warga.

Linda mengatakan warga sangat menolak rencana tersebut. Menurutnya, keberadaan depo kontainer dikhawatirkan menimbulkan sejumlah persoalan baru bagi warga, mulai dari kemacetan, kebisingan, debu, hingga risiko kecelakaan.

"Nah, kalau nanti ini dibangun depo kontainer, itu nanti dia akan bebas lalu lalang masuk ke boulevard ini, pasti itu," kata perwakilan warga Rorotan Kirana Legacy," kata Linda pada IDN Times, Sabtu (19/9/2026).

1. Akan terjadi antrean truk di pemukiman

Warga Rorotan Kirana Legacy, Jakarta Utara, menolak rencana pembangunan depo kontainer. ( dok/istimewa)

Linda mengatakan kawasan tersebut merupakan bagian dari Boulevard Kirana. Jalan di kawasan itu, digunakan sebagai akses warga untuk kendaraan motor maupun mobil pribadi.

Warga khawatir bila depo tersebut beroperasi maka akan terjadi kemacetan, karena antean truk di depo. Selain itu, warga juga mengkhawatirkan kebisingan dari aktivitas depo, terutama jika kegiatan penumpukan kontainer berlangsung hingga malam.

"Yang namanya kita lihat mereka numpuk kontainernya, itu kan kerjanya sampai malam. Iya kan? Itu pasti mengganggu kita bisingnya," kata Linda.

2 Kondisi jalan akan lebih parah

Warga Rorotan Kirana Legacy, Jakarta Utara, menolak rencana pembangunan depo kontainer. ( dok/istimewa)

Warga juga mengkhawatirkan debu akibat aktivitas kontainer. Linda mengatakan kondisi Jalan Boulevard Kirana saat ini belum sepenuhnya mulus, karena terdapat sejumlah bagian yang berlubang meski telah dilakukan penambalan.

Menurut Linda, kondisi jalan tersebut juga menjadi kekhawatiran warga ketika musim hujan. Dia mengatakan di kawasan tersebut masih terdapat genangan dan penerangan jalan yang tidak berfungsi.

"Dengan tidak ada kontainer aja, itu kalau musim hujan banyak kecelakaan motor di situ. Karena penerangan jalan juga tidak ada di daerah dimaksud itu ya. Ada tiangnya doang Mbak, tapi gak nyala lampunya, gitu," katanya.

3. Warga duga pembangunan depo tak sesuai RDTR

Warga Rorotan Kirana Legacy, Jakarta Utara, menolak rencana pembangunan depo kontainer. ( dok/istimewa)

Linda mengatakan warga juga mengkhawatirkan dampak debu terhadap kesehatan. Selain itu, warga takut keberadaan depo kontainer akan memengaruhi nilai properti di sekitar permukiman.

"Alasan terakhir ya pastinya nilai properti kami juga akan anjlok. Ya soalnya kan perumahan dekat depo, bilangnya gitu," ujarnya.

Linda juga mengatakan warga mempertanyakan peruntukan lahan tersebut. Berdasarkan peta RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) yang ditunjukkannya, lokasi yang dikhawatirkan menjadi depo berada di wilayah dengan tulisan SPU 1.

"Dan secara RDTR pun di situ adalah wilayah dengan tulisan SPU 1. SPU 1 itu yang saya cari adalah merupakan Sarana Pelayanan Umum, ditujukan untuk ya pelayanan umum seperti rumah sakit, sekolah mungkin, puskesmas, dan lain sebagainya gitu,," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article