Aggota KPAI sekaligus pengampu klaster Anak Berhadapan Hukum dan Anak Korban Kejahatan Seksual, Dian Sasmita (Dok. KPAI)
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyoroti pola manipulasi yang dilakukan pelaku. Anggota KPAI sekaligus Pengampu Klaster Anak Korban Kekerasan Seksual, Dian Sasmita, menyebut child grooming sering kali luput dari deteksi.
"Child grooming sering kali tidak terdeteksi sejak dini, karena minimnya pengetahuan kita, orang dewasa yang berada di sekitar anak, tentang apa itu grooming. Pelaku kerap memanipulsi relasi dan emosi anak sehingga batas kekerasan menjadi kabur," kata Dian, dikutip Senin (19/1/2026).
Menurut Dian, relasi antara anak dan orang dewasa tidak bisa dianggap setara. Tidak ada konsep persetujuan dalam hubungan yang melibatkan anak.
"Anak tidak dapat dianggap memberikan persetujuan (consent) dalam relasi semacam itu karena belum memiliki kematangan usia dan psikologi, apalagi jika salah satu pihak adalah orang dewasa, relasi kuasa yang timpang sudah sangat jelas," kata dia.
KPAI juga mendorong penguatan layanan pengaduan dan pendampingan korban di daerah. Setiap kabupaten dan kota dinilai perlu memastikan ketersediaan psikolog, pekerja sosial, pengacara, dan konselor.
Dian menegaskan semua anak berpotensi menjadi korban.
"Baik psikis, emosi, mental, fisik yang masih rentan. Kita perlu pahami, anak ini individu yang masih membutuhkan dukungan orang dewasa di sekitarnya bisa orang tua, pendidik, dan sebagainya," kata Dian kepada IDN Times, Selasa, 20 Januari 2026.
Dian menjelaskan pelaku memanfaatkan kerentanan korban untuk menarik keuntungan.
"Sepanjang itu mengakibatkan penderitaan bagi anak dan pelaku menarik manfaat atau keuntungan, maka sudah terjadi kekerasan," ujar dia.
Penderitaan yang dialami korban tidak selalu tampak secara fisik. Misalnya, anak menjadi kehilangan kepercayaan diri sudah termasuk penderitaan.
Dalam banyak kasus, grooming berlangsung berulang dan intens. Anak korban dan keluarganya tidak merasa telah menjadi korban, sehingga menolak memproses kasus tersebut.