Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WHO: 1 dari 6 Lansia Mengalami Kekerasan dalam Setahun
Warga lanjut usia dari kecamatan Suralaga Lotim saat mengikuti sekolah Lansia (IDN Times/Ruhaili)
  • WHO mencatat sekitar satu dari enam orang berusia 60 tahun ke atas mengalami kekerasan dalam setahun terakhir di komunitas.

  • Di fasilitas perawatan, 64,2 persen petugas melaporkan pernah melakukan suatu bentuk kekerasan terhadap lansia.

  • Kekerasan terhadap lansia dapat berdampak pada kondisi fisik, psikologis, kemampuan kognitif, hingga keuangan korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (21/9/2026)

Lembar fakta WHO mengenai kekerasan terhadap lansia dikutip. WHO mengungkapkan sekitar satu dari enam lansia mengalami kekerasan dalam setahun terakhir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    WHO mengungkapkan sekitar satu dari enam lansia mengalami kekerasan dalam setahun terakhir.
  • Who?
    Organisasi Kesehatan Dunia, lansia berusia 60 tahun ke atas, dan petugas fasilitas perawatan.
  • Where?
    Di lingkungan komunitas serta institusi seperti rumah sakit, panti jompo, dan fasilitas perawatan jangka panjang.
  • When?
    Dalam setahun terakhir; lembar fakta WHO dikutip pada Senin (21/9/2026).
  • Why?
    Risiko korban dapat berkaitan dengan ketergantungan fungsional, disabilitas, kondisi kesehatan yang buruk, gangguan kognitif, kesehatan mental, dan pendapatan rendah.
  • How?
    WHO mengutip tinjauan 52 penelitian di 28 negara dan tinjauan penelitian mengenai petugas di institusi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

WHO bilang satu dari enam orang berumur 60 tahun ke atas mengalami kekerasan dalam setahun terakhir. Ada juga petugas rumah sakit, panti jompo, dan tempat perawatan yang mengaku melakukannya. Kekerasan bisa membuat lansia terluka, sedih, sulit berpikir, atau kehilangan uang. Jumlah lansia dunia diperkirakan bertambah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Data WHO memberi gambaran yang lebih jelas mengenai kekerasan terhadap lansia, termasuk bentuk, dampak, dan kondisi yang berkaitan dengan risiko korban. Tinjauan dari 28 negara serta data institusi menunjukkan persoalan ini tercatat di komunitas dan fasilitas perawatan, sementara keterbatasan data institusi juga diakui.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan sekitar satu dari enam orang berusia 60 tahun ke atas, mengalami kekerasan dalam setahun terakhir di lingkungan komunitas.

Masalah ini juga ditemukan di fasilitas perawatan, dengan sekitar dua dari tiga petugas melaporkan pernah melakukan kekerasan terhadap lansia.

Dalam lembar fakta yang dipublikasikan WHO dan dikutip pada Senin (21/9/2026), kekerasan terhadap lansia dapat menimbulkan cedera fisik hingga dampak psikologis jangka panjang. Masalah ini diperkirakan meningkat seiring bertambahnya populasi lansia dunia.

1. Satu dari enam lansia mengalami kekerasan

ilustrasi orang tua, lansia sedang jalan kaki, bendera Amerika Serikat, perumahan (pexels.com/RDNE Stock project)

WHO mengutip tinjauan terhadap 52 penelitian di 28 negara yang memperkirakan 15,7 persen lansia berusia 60 tahun ke atas mengalami kekerasan dalam setahun terakhir.

Kekerasan tersebut mencakup tindakan fisik, seksual, psikologis, penyalahgunaan keuangan, penelantaran, hingga tindakan yang merendahkan martabat.

2. Dua dari tiga petugas mengaku melakukan kekerasan

logo WHO (pixabay.com/padrinan)

Kekerasan terhadap lansia juga terjadi di institusi seperti rumah sakit, panti jompo, dan fasilitas perawatan jangka panjang. WHO juga mngungkapkan dalam tinjauan penelitian, ada 64,2 persen petugas melaporkan pernah melakukan suatu bentuk kekerasan terhadap lansia dalam setahun terakhir. Namun, WHO menyebut data mengenai cakupan masalah di institusi masih terbatas.

3. Dampaknya bisa berupa cedera hingga kerugian finansial

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengadakan gebyar Sekolah Lansia Online Pintar di 65 kelurahan di Jakarta Timur (dok. Istimewa)

WHO menyebut kekerasan terhadap lansia dapat menyebabkan cedera fisik, kematian dini, depresi, penurunan kemampuan kognitif, hingga kehancuran finansial.

Risiko menjadi korban dapat berkaitan dengan ketergantungan fungsional, disabilitas, kondisi kesehatan yang buruk, gangguan kognitif, kesehatan mental, dan pendapatan rendah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article