Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkap lonjakan signifikan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang meminta bantuan pemulangan dari Kamboja sepanjang enam bulan pertama 2026. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 11.986 WNI datang langsung (walk-in) ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh untuk melapor dan meminta fasilitasi kepulangan ke Indonesia.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan angka tersebut sudah melampaui dua kali lipat dibandingkan jumlah kasus yang ditangani sepanjang 2025. Menurutnya, peningkatan itu berkaitan dengan razia besar-besaran terhadap pusat penipuan daring (scam center) yang dilakukan otoritas Kamboja.
Selain ribuan WNI yang meminta bantuan pemulangan, Kemlu juga mencatat masih terdapat 1.840 WNI yang berada di sejumlah rumah detensi imigrasi di Phnom Penh. Mereka kini menunggu proses administrasi sebelum dapat dipulangkan ke Indonesia.
Kemlu bersama KBRI Phnom Penh terus berkoordinasi dengan pemerintah Kamboja untuk mempercepat proses pemulangan para WNI, termasuk mengupayakan pembebasan denda pelanggaran keimigrasian selama mereka menunggu dokumen perjalanan diterbitkan.
