Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Vietnam Gerebek Sindikat Online Scam Internasional dari Kamboja

Polisi Vietnam Gerebek Sindikat Online Scam Internasional dari Kamboja
Bendera Vietnam (unsplash.com/Sam Williams)
Intinya Sih
  • Kepolisian Vietnam membongkar sindikat penipuan siber internasional yang memindahkan operasi dari Kamboja ke Vietnam Utara untuk menghindari pengawasan aparat.
  • Empat tersangka utama ditangkap dan 16 pekerja asing tanpa izin diamankan, dengan ratusan perangkat elektronik disita dari lokasi penggerebekan di Phu Tho.
  • Tindakan cepat aparat berhasil menghentikan ekspansi jaringan penipuan lintas negara serta mencegah potensi kerugian publik akibat aktivitas kejahatan digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Vietnam berhasil membongkar operasi sindikat online scam atau penipuan siber internasional yang mengalihkan basis mereka ke wilayah Vietnam Utara. Kelompok ini diketahui memindahkan operasi dari Kamboja untuk menghindari penertiban aparat keamanan setempat.

Dalam penggerebekan pada awal Juni lalu, polisi menangkap empat tersangka utama dan menahan belasan pekerja asing tanpa dokumen sah. Jaringan ini berhasil dilumpuhkan sebelum seluruh fasilitas kejahatan digital mereka beroperasi penuh.

1. Menyewa properti terisolasi untuk hindari aparat

Ilustrasi scam.
ilustrasi scam (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Penyelidikan bermula ketika otoritas imigrasi dan kepolisian di wilayah Tam Dao mendeteksi aktivitas penyewaan properti yang mencurigakan. Sindikat ini terpantau menyewa sejumlah resor, vila, dan penginapan di Hanoi, Lao Cai, dan Phu Tho.

Para pelaku sengaja memilih kawasan sepi untuk mengumpulkan para pekerja asing dan memasang peralatan elektronik skala besar. Mereka menyewa properti luas dengan kontrak jangka panjang secara rahasia.

Demi menghindari deteksi penegak hukum, kelompok ini membatasi interaksi dengan warga setempat. Mereka juga menerapkan strategi berpindah-pindah lokasi agar sulit dilacak.

2. Empat tersangka ditangkap, ratusan perangkat disita

Ilustrasi sindikat penipu (unsplash.com/Zanyar Ibrahim)
Ilustrasi sindikat penipu (unsplash.com/Zanyar Ibrahim)

Kepolisian Provinsi Phu Tho merespons temuan tersebut dengan menahan empat tersangka utama. Para tersangka terdiri atas seorang warga negara Tiongkok bernama Zhao Wei Zhong dan tiga warga lokal. Zhao diketahui bertugas menyurvei lokasi persembunyian sekaligus menyiapkan fasilitas penampungan bagi pekerja. Saat penggeledahan, polisi juga menemukan 16 warga negara asing yang tidak memiliki izin tinggal.

"Kepolisian telah berkoordinasi dengan Kementerian Keamanan Publik dan provinsi tetangga untuk meningkatkan pencegahan kejahatan," ujar Direktur Kepolisian Provinsi Phu Tho, Kolonel Nguyen Minh Tuan, dilansir Vietnam Plus.

Dari lokasi penggerebekan, aparat penegak hukum menyita 73 unit komputer, 134 telepon seluler, dan 20 perangkat pemancar Wi-Fi. Ratusan meja, kursi, dan tempat tidur susun yang baru dirakit juga ikut diamankan sebagai barang bukti.

3. Mencegah ekspansi penipuan lintas negara

Ilustrasi scam
Ilustrasi scam (pexels.com/Tara Winstead)

Sindikat ini mengalihkan basis operasi ke Vietnam menyusul langkah Kamboja yang memperketat pengawasan terhadap kompleks penipuan digital. Penyelidikan mengungkap bahwa sebagian besar warga asing yang ditahan pernah bekerja di pusat penipuan di Kamboja.

Tindakan preventif aparat Phu Tho berhasil memutus infrastruktur sindikat ini sejak fase awal. Penindakan tersebut krusial untuk mencegah potensi kerugian finansial publik di berbagai negara akibat penipuan daring.

"Banyak pekerja tingkat bawah di pusat penipuan sebenarnya adalah korban perdagangan manusia yang dipaksa untuk menipu," kata Wakil Direktur FBI, Andrew Bailey, yang turut memantau perkembangan kasus siber ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More