Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
11 Negara Eropa Desak Aturan Visa Turis Warga Rusia Diperketat
Bendera Rusia (freepik.com/natanaelginting)
  • Sebelas negara Eropa, dipimpin Swedia, mendesak Komisi Eropa memperketat aturan visa turis bagi warga Rusia karena meningkatnya penerbitan visa di tengah konflik Ukraina.

  • Negara-negara tersebut menilai perbedaan syarat antaranggota Uni Eropa membuka celah bagi warga Rusia mencari negara dengan aturan lebih longgar, sehingga menyerukan penyeragaman kebijakan visa Schengen.

  • Mereka juga meminta peninjauan ulang Kode Visa UE demi keamanan wilayah Schengen dan pembatasan izin masuk berkali-kali untuk mencegah potensi ancaman dari mantan atau anggota militer Rusia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Swedia bersama sepuluh negara Eropa lainnya mendesak Komisi Eropa untuk memperketat aturan visa turis bagi warga negara Rusia. Desakan ini muncul karena angka penerbitan visa liburan untuk warga Rusia terus meningkat di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung di Ukraina.

Permintaan resmi tersebut disampaikan melalui surat kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dan Komisioner Migrasi Magnus Brunner pada Rabu (3/6/2026). Kesebelas negara meminta agar syarat penerbitan visa Schengen bagi warga Rusia disamakan dan diawasi lebih ketat di seluruh negara anggota Uni Eropa.

1. Alasan moral di balik desakan Swedia

Menteri Migrasi Swedia, Johan Forssell, menilai kunjungan wisata warga Rusia ke Eropa kurang pantas dilakukan saat ini. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pertemuan menteri dalam negeri Uni Eropa di Luksemburg.

"Terus terang, rasanya kurang tepat melihat ratusan ribu turis Rusia berlibur ke Eropa, sementara pada saat yang sama warga Ukraina menjadi korban perang," kata Forssell, dilansir The Star.

2. Cegah celah aturan lewat keseragaman kebijakan

Surat desakan kepada Uni Eropa itu ditandatangani oleh menteri dari Swedia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Islandia, Latvia, Lituania, Belanda, Norwegia, dan Polandia. Mereka menyoroti lonjakan penerbitan visa Schengen wisata untuk warga Rusia yang mencapai 477.878 visa pada tahun 2025, naik dari 440.558 visa pada tahun 2024.

Perbedaan syarat antarnegara Eropa dikhawatirkan menjadi celah bagi warga Rusia untuk mencari negara dengan aturan penerbitan visa yang lebih longgar. Oleh karena itu, para menteri tersebut mendesak agar penyeragaman aturan segera diterapkan di seluruh kawasan.

"Di tengah ketegangan politik dunia saat ini, kekuatan Uni Eropa terletak pada kesatuannya," tegas para menteri dalam surat tersebut.

3. Fokus pada keamanan wilayah Schengen

Selain alasan moralitas, kesebelas negara ini meminta Komisi Eropa mengkaji ulang aturan Kode Visa UE demi alasan keamanan wilayah. Mereka mendorong pengetatan izin masuk berkali-kali (multiple-entry) untuk mencegah mantan tentara maupun anggota militer aktif Rusia memasuki kawasan Schengen.

"Kebijakan visa yang ketat bagi warga Rusia sangat penting untuk menjaga keamanan wilayah Schengen," sebut perwakilan menteri dalam suratnya.

Pemerintah Rusia belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan pengetatan visa tersebut. Namun, sejumlah pejabat Rusia sebelumnya menilai kebijakan pembatasan dari negara-negara Eropa sebagai tindakan diskriminatif terhadap warga negaranya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article