Rusia Ancam Tangguhkan Armenia dalam UEE jika Gabung Uni Eropa

- Rusia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan mengancam menangguhkan Armenia dari Uni Ekonomi Eurasia jika negara itu melanjutkan langkah bergabung dengan Uni Eropa.
- Keempat negara mendesak Armenia segera menggelar referendum nasional untuk menentukan arah politik dan ekonomi antara tetap di UEE atau beralih ke UE.
- Perdana Menteri Nikol Pashinyan menegaskan keanggotaan Armenia di UEE masih kompatibel dan menolak tekanan Rusia, sambil menekankan kedaulatan negaranya dalam menentukan masa depan.
Jakarta, IDN Times - Rusia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan mengancam akan menangguhkan keanggotaan Armenia dalam Uni Ekonomi Eurasia (UEE). Keempat negara mendesak Armenia segera menentukan arahnya bergabung dengan Uni Eropa (UE) atau UEE.
“Persiapan Armenia untuk mendaftarkan jadi anggota UE akan merusak keamanan ekonomi dari negara-negara anggota UEE,” terangnya, dikutip dari RFE/RL, Senin (1/6/2026).
Sebelumnya, Rusia sudah sudah mengancam menaikkan harga gas alam ke Armenia. Pernyataan Moskow ini semakin memanaskan tensi kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
1. Mendesak Armenia selenggarakan referendum

Rusia dan tiga negara pecahan Uni Soviet tersebut mendorong Armenia untuk mengadakan referendum. Pemungutan suara langsung itu bertujuan untuk menentukan arah Armenia bergabung dalam UE atau UEE.
“Kami ikut mendukung posisi Rusia soal yang mendesak pengadaan referendum nasional di Republik Armenia sesegera mungkin untuk melanjutkan bergabung dengan UE atau tetap menjadi bagian dari UEE,” ungkap dalam pernyataan gabungan itu.
Pernyataan ini disampaikan 10 hari sebelum penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) parlemen di Armenia. Dalam pemilu tahun ini, Partai Kontrak Sipil ditantang oleh oposisi yang berjanji mengembalikan relasi Rusia dan Armenia.
2. Rusia panggil Duta Besar Rusia di Yerevan

Pada saat yang sama, Rusia resmi memanggil Duta Besar (Dubes) Rusia di Yerevan, S.P. Kopyrkin. Keputusan ini sebagai bentuk protes atas pendekatan Armenia yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Rusia, untuk bergabung dengan blok Eropa.
Dilansir TVP World, pendekatan Armenia ke UE ini karena kegagalan Rusia dan CSTO dalam membantu negara Kaukasus Selatan tersebut dalam melawan Azerbaijan. Alhasil, Azerbaijan sukses merebut Nagorno-Karabakh dari Armenia pada 2023.
3. Pashinyan sebut keanggotaan Armenia dalam UEE masih kompatibel

Pekan ini, Perdana Menteri (PM) Armenia, Nikol Pashinyan menampik tuduhan Rusia soal keanggotaan Armenia dalam UEE. Menurutnya, keanggotaan Armenia dalam UEE masih kompatibel.
“Keanggotaan ini masih kompatibel hingga 2030, 2034, atau 2040, ataupun Desember 2026. Hanya waktu yang dapat mengatakan itu. Armenia adalah negara berdaulat dan kami akan menentukan sendiri arah tersebut. Tidak ada yang dapat mengubah rencana kami,” terangnya.
Pashinyan menekankan, Armenia tidak dapat didepak dari UEE tanpa kesadarannya. Namun, Rusia kemungkinan akan menerapkan sanksi ekonomi kepada Armenia.



















