Rusia Mengaku Berbicara dengan AS untuk Atasi Krisis di Kuba

- Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump untuk mencegah potensi serangan militer AS ke Kuba di tengah krisis energi negara tersebut.
- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-95 kepada Raul Castro sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap rakyat Kuba yang menghadapi tekanan dari AS.
- Rusia dan Kuba sepakat memperkuat kerja sama, termasuk pengembangan vaksin kanker, suplai bahan obat-obatan, serta pengiriman minyak mentah melalui kapal tanker yang sebagian masih terhambat sanksi internasional.
Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengaku sudah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengenai situasi di Kuba. Keduanya membicarakan pencegahan serangan militer AS ke Kuba.
“Untuk menjawab pertanyaan soal kontak dengan AS soal Kuba. Ya, kami sudah melakukannya. Namun, saya tidak akan memberikan komentar lebih,” tuturnya, dikutip dari Democrata, Jumat (5/6/2026).
Selama ini, Rusia dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Kuba. Moskow juga sudah mengirimkan 100 ribu ton minyak mentah ke Kuba untuk mengurangi dampak krisis energi imbas blokade AS.
1. Rusia ucapkan selamat kepada Raul Castro

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengucapkan selamat ulang tahun ke-95 kepada mantan Presiden Kuba, Raul Castro. Ucapan ini sekaligus bentuk dukungan di tengah tekanan besar dari AS.
“Dalam tekanan besar dari luar yang tidak diprediksi yang dirasakan oleh rakyat Kuba, kami sekali lagi mengucapkan solidaritas mendalam dan dukungan,” terangnya, dikutip dari EFE.
Lavrov menyebut, Castro adalah contoh dari pemimpin yang tidak egois. Ia mengatakan, Castro adalah simbol dari keberanian, patriotisme, dan memiliki niat yang tidak terbendung.
2. Rusia dan Kuba setuju kembangkan vaksin kanker

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Chernyshenko mengatakan bahwa Rusia akan menyuplai bahan produksi obat-obatan untuk Kuba. Keduanya juga setuju mengembangkan vaksin kanker.
Dilansir Tass, Rusia juga berniat untuk memenuhi kebutuhan dari daging, produk turunan susu, dan produk ikan ke Kuba. Bahkan, Moskow menawarkan solusi digital untuk Havana dengan menyediakan layanan keamanan siber, otomasi bisnis, dan teknologi lainnya.
3. Kapal tanker Rusia kedua sudah tiba di Kuba

Pada akhir Mei, kapal tanker Rusia yang mengirimkan bantuan sudah tiba di pesisir Kuba. Kapal tersebut berlayar sejak 6 April untuk mengirimkan bantuan solar ke Kuba dan sudah berminggu-minggu berada di lautan.
Namun, kapal tersebut disebut belum diperbolehkan oleh AS untuk bongkar muatan di Kuba. Sebab, kapal tanker Universal tersebut masuk dalam sanksi AS, Uni Eropa, Inggris, Swiss, dan Kanada.
Dilansir The Moscow Times, kapal yang sukses bongkar muatan di Kuba adalah kapal Anatoly Kolodkin. Kapal tanker Rusia itu sudah mengangkut 730 ribu barel minyak mentah setelah mendapatkan izin dari AS.


















