Jakarta, IDN Times - Sedikitnya dua orang tewas dalam aksi protes terhadap rencana Amerika Serikat (AS) untuk mendirikan pusat karantina Ebola di pangkalan militer di Kenya tengah. Laporan menyebutkan bahwa mereka tewas akibat luka tembak.
Demonstrasi awalnya berlangsung di luar Pangkalan Udara Laikipia di kota Nanyuki pada Senin (1/6/2026), sebelum kemudian meluas ke beberapa bagian kota. Ratusan pengunjuk rasa membakar dan memblokir jalan, sementara polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Aksi ini dipicu oleh penolakan warga terhadap pendirian pusat karantina Ebola di pangkalan tersebut di tengah wabah Ebola yang berlangsung di Republik Demokratik Kongo (DRC). Mereka khawatir fasilitas itu dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Kenya sendiri hingga kini belum mencatat kasus Ebola.
