Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

WHO Sebut Lima Orang Sembuh dari Virus Ebola di Kongo

WHO Sebut Lima Orang Sembuh dari Virus Ebola di Kongo
ilustrasi penanganan pasien dengan virus berbahaya (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya Sih
  • Lima pasien di Republik Demokratik Kongo dinyatakan sembuh dari virus Ebola strain Bundibugyo, meski belum ada vaksin atau pengobatan resmi yang disetujui untuk jenis virus ini.
  • WHO mencatat lebih dari 1.000 kasus dugaan Ebola dan 246 kematian di DRC, sementara Uganda melaporkan sembilan kasus terkonfirmasi serta satu kematian akibat penularan lintas batas.
  • Organisasi MSF menilai penyebaran cepat Ebola di DRC sangat mengkhawatirkan karena keterbatasan kapasitas pengujian, hambatan logistik, dan situasi keamanan yang memperlambat respons medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Minggu (31/5/2026), mengumumkan bahwa lima orang telah sembuh dari virus Ebola yang tengah mewabah di Republik Demokratik Kongo (DRC). Empat pasien dijadwalkan dipulangkan pada hari itu, sementara satu pasien lainnya telah pulang pada Jumat (29/5/2026).

“Empat orang akan dipulangkan hari ini, dan satu orang telah dipulangkan sehari sebelumnya. Tentu saja, kami masih terus mengembangkan vaksin dan pengobatan, tetapi itu tidak berarti orang tidak bisa sembuh dari Ebola," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat pembukaan pusat perawatan Ebola baru di Bunia, ibu kota provinsi Ituri.

1. Pasien terjangkit virus Bundibugyo

ilustrasi virus (unsplash.com/Fusion Medical Animation)
ilustrasi virus (unsplash.com/Fusion Medical Animation)

Dilansir dari CBS News, kelima pasien tersebut sebelumnya terinfeksi Bundibugyo, strain Ebola yang langka dan menjadi pemicu wabah saat ini. Hingga kini, belum tersedia pengobatan maupun vaksin yang telah disetujui untuk virus Bundibugyo. Menurut WHO, strain ini dapat menyebabkan kematian hingga 50 persen pada orang yang terinfeksi.

Sementara itu, tenaga medis di DRC terus bekerja dengan pasokan medis yang terbatas, di tengah meningkatnya kemarahan publik terhadap protokol kesehatan yang ketat dalam penanganan jenazah korban dan keberadaan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Pada Kamis (28/5/2026), Tedros mengimbau kelompok-kelompok bersenjata yang saling berebut kendali di wilayah timur DRC untuk melakukan gencatan senjata di tengah wabah yang terjadi.

2. Lebih dari 1.000 kasus dugaan Ebola tercatat di DRC

ilustrasi virus (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
ilustrasi virus (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)

Dilansir dari BBC, saat ini terdapat lebih dari 1.000 kasus dugaan Ebola dan 246 kematian di DRC. Sementara itu, negara tetangganya, Uganda, melaporkan sembilan kasus terkonfirmasi dan satu kematian.

Virus Ebola biasanya menginfeksi hewan, terutama kelelawar buah. Namun, wabah pada manusia dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi atau menangani hewan yang terinfeksi.

Ebola menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti darah, muntah, diare, air liur, urin, air mani, dan keringat. Penularan juga dapat terjadi melalui benda yang terkontaminasi, seperti jarum suntik, sprei, atau pakaian.

Pasien Ebola perlu diisolasi di rumah sakit. Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), pengobatannya berfokus pada penanganan gejala, seperti bantuan pernapasan dan cairan yang diberikan langsung ke pembuluh darah untuk menghentikan dehidrasi.

3. MSF sebut penyebaran Ebola di DRC sangat mengkhawatirkan

Logo Dokter Lintas Batas/Médecins Sans Frontières
Logo Dokter Lintas Batas/Médecins Sans Frontières (Moiiinkhan, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Sementara itu, organisasi bantuan medis Dokter LIntas Batas (MSF) menyatakan bahwa cepatnya penyebaran virus Ebola di DRC telah menciptakan situasi yang sangat mengkhawatirkan

“Belum pernah sebelumnya wabah Ebola mencatat jumlah kasus sebanyak ini dalam waktu sesingkat setelah dinyatakan. Seperti semua orang di wilayah terdampak, tim MSF menyaksikan respons yang belum mampu mengejar cepatnya penyebaran epidemi,” kata Alan Gonzalez, wakil direktur operasi MSF, dalam pernyataan pada Sabtu (30/5/2026)

Ia menambahkan bahwa strain Bundibugyo sulit didiagnosis akibat terbatasnya kapasitas pengujian. Selain itu, upaya penanggulangan dan pengiriman bantuan kemanusiaan terhambat oleh berbagai kendala besar, termasuk penutupan perbatasan dan bandara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More