Tim ahli medis China dilaporkan berangkat dari Beijing ke DRC pada Selasa pagi waktu setempat. Di sana, mereka akan berkolaborasi dengan tim ahli medis DRC untuk menangani wabah Ebola yang sedang merebak. Mereka juga akan melakukan langkah pencegahan agar wabah tidak menyebar luas.
Bantu Tangani Ebola, China Kirim Tim Ahli Medis ke Kongo

- Pemerintah China mengirim tim ahli medis berpengalaman ke Republik Demokratik Kongo untuk membantu menangani dan mencegah penyebaran wabah Ebola yang kembali merebak.
- Kementerian Kesehatan DRC mencatat 321 kasus Ebola dengan 48 kematian, mayoritas terjadi di Provinsi Ituri, disusul Kivu Utara dan Kivu Selatan.
- Wabah Ebola muncul kembali sejak pertengahan Mei di Provinsi Ituri dan telah menyebar ke beberapa wilayah termasuk Uganda yang kini memperketat langkah pencegahan.
1. Tim ahli medis China sudah berpengalaman dalam menangani wabah

Tim ahli medis yang dikirim China ke DRC dikabarkan sudah sangat berpengalaman, terutama dalam menangani wabah. Oleh karena itu, China optimistis bisa membantu DRC untuk mengatasi wabah Ebola yang sedang merebak. Tim ahli China juga akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada tim medis DRC untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menangani wabah.
"Dengan latar belakang ini, hal ini membawa kita kembali pada pengalaman China dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular yang ditandai dengan mobilisasi publik secara penuh. Pengendalian penyakit menular bukan hanya tanggung jawab para ahli atau pemerintah, tetapi seluruh masyarakat," kata anggota tim ahli medis China, Jiang Rongmen, dilansir Global Times.
2. Wabah Ebola di DRC sudah menewaskan puluhan orang

Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) DRC yang dirilis pada Senin (1/6/2026), ada 321 kasus infeksi Ebola yang sudah terkonfirmasi. Kasus paling banyak ada di Provinsi Ituri dengan jumlah 299 kasus. Sebanyak 19 kasus ada di Provinsi Kivu Utara dan 3 kasus lainnya ada di Provinsi Kivu Selatan.
Masih menurut Kemenkes DRC, saat ini, ada sekitar 48 orang yang dilaporkan tewas imbas wabah Ebola. Jumlah tersebut akan terus diperbarui seiring dengan bertambahnya kasus. Namun, Kemenkes DRC berharap wabah Ebola segera berhenti sehingga kasus infeksi tidak makin bertambah.
3. Wabah Ebola di DRC kembali merebak pada Mei

Sebagai informasi, wabah Ebola kembali muncul di DRC sekitar 15 Mei lalu. Saat itu, wabah pertama kali muncul di Provinsi Ituri. Inilah yang membuat kasus infeksi Ebola di DRC paling banyak berasal dari provinsi tersebut. Usai muncul di Provinsi Ituri, wabah lantas menyebar ke Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan.
Saat ini, wabah Ebola sebetulnya sudah menyebar ke Uganda. Namun, kasus infeksi Ebola di Uganda tidak sebanyak di DRC. Kendati demikian, Uganda menegaskan akan tetap melakukan upaya pencegahan agar wabah Ebola dari DRC tidak makin menyebar di wilayahnya. Terlebih, letak geografis DRC dan Uganda juga berdekatan sehingga penyebaran bisa dengan mudah terjadi.


















