Jakarta, IDN Times - Operator pelabuhan terbesar di Negeri Kanguru, DP World Australia, kembali beroperasi pada Senin (13/11/2023) setelah sempat mengalami gangguan selama tiga hari.
Insiden ini disebabkan serangan siber, yang berdampak pada kegiatan operasional perusahaan di terminal peti kemas di Melbourne, Sydney, Brisbane, dan Perth.
"Pelabuhan perusahaan di seluruh Australia kembali beroperasi pada pukul 9 pagi waktu setempat, setelah keberhasilan pengujian sistem utama dalam semalam. Perusahaan akan memindahkan sekitar 5 ribu kontainer dari empat terminal hari ini," kata DP World Australia, dikutip dari BBC.
Meski begitu, pihaknya mengatakan bahwa insiden yang terjadi tidak mempengaruhi pasokan barang ke supermarket besar di negara itu.
Perusahaan ini merupakan unit dari DP World milik negara Dubai. Perusahaan tersebut juga mengelola sekitar 40 persen barang yang masuk dan keluar Australia.
