Copot Kepala BGN, Prabowo: Saya Dapat Laporan Ada Indikasi Penyelewengan

- Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakilnya setelah menerima laporan adanya indikasi penyelewengan di tingkat pimpinan.
- Prabowo menegaskan pentingnya integritas, kompetensi, dan kejujuran pemimpin karena kualitas organisasi sangat bergantung pada karakter pimpinannya.
- Ia menyebut keputusan pergantian ini tidak mudah namun harus dilakukan demi kepentingan rakyat, sambil menghormati proses penyelidikan hukum yang sedang berjalan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengaku sudah menerima laporan terkait sejumlah persoalan di level pimpinan sebelum memutuskan mengganti jajaran petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition, Rabu (3/6/2026). Prabowo telah memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Selain itu, dua Wakil Kepala BGN yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya juga dicopot.
"Jadi memang sudah beberapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan," katanya dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, kualitas pimpinan memiliki pengaruh besar terhadap organisasi. Sebab, jalannya organisasi sangat ditentukan oleh kapasitas, integritas, dan kompetensi pemimpinnya.
"Dalam setiap organisasi selalu pengaruh pimpinan sangat sangat besar. Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur," tegasnya.
Meski demikian, Prabowo mengaku keputusan mengganti jajaran pimpinan bukan hal mudah. Dia menyebut orang-orang yang diganti merupakan sosok yang sebelumnya dipercaya untuk menjalankan tugas besar negara.
"Tapi saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya: 'Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," ujar Prabowo.
Dia juga menyampaikan dirinya tidak ingin berbicara lebih jauh mengenai pergantian tersebut, karena pihak yang diganti tengah menghadapi proses penyelidikan hukum. Karena itu, dia memilih membatasi komentarnya agar tidak menimbulkan kesan memengaruhi proses yang sedang berjalan.

















