Jakarta, IDN Times – Sebuah laporan investigasi mengungkap data mengejutkan mengenai keterlibatan puluhan ribu warga negara asing dalam militer Israel selama agresi di Jalur Gaza. Berdasarkan data yang diperoleh melalui permintaan Kebebasan Informasi (FOI), tercatat sebanyak 50.632 tentara yang bertempur untuk Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memiliki kewarganegaraan ganda bahkan lebih. Mayoritas personel militer tersebut berasal dari negara-negara Barat yang selama ini menjadi sekutu dekat Tel Aviv.
Data ini pertama kali dirilis oleh Declassified UK setelah organisasi nirlaba Hatzlacha mengajukan permohonan transparansi kepada militer Israel pada Maret 2025. Statistik tersebut memperlihatkan ketergantungan IDF pada personel lintas negara dalam operasi militer yang telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina. Temuan ini memicu perdebatan hukum internasional yang serius mengenai status kombatan asing dan potensi keterlibatan negara asal mereka dalam dugaan kejahatan perang.
