TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

NATO Prediksi Perang Rusia-Ukraina Bisa Berlangsung Bertahun-tahun

NATO serukan agar dukungan ke Ukraina tak berhenti

Sekjen NATO, Jens Stoltenberg. (Twitter.com/NATOpress)

Jakarta, IDN Times – Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, memperkirakan bahwa perang Rusia-Ukraina bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

"Kita harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa itu bisa memakan waktu bertahun-tahun. Kita tidak boleh menyerah dalam mendukung Ukraina," kata Stoltenberg saat diwawancarai media Jerman, Bild am Sonntag.

Baca Juga: Pertama Kali dalam Sejarah, PM Jepang Akan Menghadiri Pertemuan NATO 

1. Dukungan militer untuk Ukraina tidak boleh berhenti

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg. twitter.com/jensstoltenberg

Stoltenberg juga menyoroti berbagai dampak dari perang, seperti kenaikan harga pangan hingga dukungan militer dari sejumlah negara untuk Ukraina yang harus ditingkatkan.

"Bahkan jika biayanya tinggi, tidak hanya untuk dukungan militer, juga karena kenaikan harga energi dan pangan,” tutur dia.

Secara khusus, Stoltenberg menyoroti pentingnya bantuan persenjataan canggih dari negara Barat untuk meningkatkan peluang pasukan Ukraina membebaskan wilayah Donbass dari kendali Rusia.

Oleh sebab itu, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Madrid pada akhir bulan nanti diharapkan dapat menyepakati paket bantuan untuk Ukraina. Sehingga, kemampuan militer negara itu dapat bertransformasi, dari persenjataan era Uni Soviet lama menuju persenjataan yang berstandar NATO, dilansir The Straits Times.

2. PM Inggris minta sekutu mempersiapkan diri menyambut perang panjang

PM Inggris, Boris Johnson dan Presiden Ukraina, Volodmyr Zelenskyy. (twitter.com/Boris Johnson)

Ungkapan senada juga diutarakan oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Dia memperingatkan negara-negara sekutu untuk mempersiapkan perang panjang di Ukraina.

Johnson juga mendesak sekutunya untuk terus mengirimkan bantuan ke Ukraina, demi merebut ‘kemenangan terbesar dari agresi’ sejak Perang Dunia II.  

"Waktu sekarang menjadi faktor vital. Semuanya akan tergantung pada apakah Ukraina dapat memperkuat kemampuannya untuk mempertahankan tanahnya lebih cepat daripada Rusia memperbarui kapasitasnya untuk menyerang. Tugas kami adalah mengumpulkan waktu di pihak Ukraina,” ungkap Johnson, dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga: Rusia Mulai Kurangi Aliran Gas ke Eropa, PM Italia Marah!

Verified Writer

Andi IR

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya