TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Berkat Peran AS, Sudan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Negara Arab semakin dekat dengan Israel

Dalam kunjungan Menkeu AS Steve Mnuchin bertemu dengan Perdana Menteri Abdalla Hamdok, Rabu 6 Januari. Sumber:twitter.com/Abdalla Hamdok

Khartoum, IDN Times - Sudan sejak Oktober 2020 telah dikabarkan akan menjalin menormalisasi hubungan dengan Israel. Hal tersebut akhirnya terjadi berkat peran AS. Pada Rabu, 6 Januari dalam kunjungannya ke Sudan Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin bertemu dengan Menteri Kehakiman Sudan Nasredeen Abdelbari, keduanya menandatangani perjanjian yang membuat Sudan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

AS dan Sudan juga melakukan perjanjian yang membuat Sudan mendapatkan bantuan keuangan. Sejak penggulingan presiden Omar Al-Bashir pada April 2019, Sudan telah mendekat ke AS.

1. Sudan mengikuti jejak UEA, Bahrain dan Maroko

Sudan Menandatangani perjanjian Abraham dengan AS, ketika Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin berkunjung. Sumber: twitter.com/Steven Mnuchin

Melansir dari Reuters, Pada Rabu, 6 Januari di Khortum ibu kota Sudan, perwakilan Menteri Keuangan Steve Mnuchin dan Menteri Kehakiman Sudan menandatangani Perjanjian Abraham, sebuah perjanjian yang ditengahi AS yang mengantarkan pendekatan hubungan Israel dan beberapa negara Arab.

Kabar normalisasi hubungan Sudan dan Israel telah diumumkan kedua negara tersebut pada bulan Oktober. Berdasarkan keterangan pejabat senior AS di bulan Oktober penandatanganan perjanjian Abraham diharapkan dapat diadakan di Gedung Putih.

Berikut pernyataan Steve Mnuchin mengenai kesepakatan Perjanjian Abraham.

"Ini adalah kesepakatan yang sangat, sangat signifikan. Ini akan berdampak luar biasa pada rakyat Israel dan rakyat Sudan karena mereka terus bekerja sama dalam peluang budaya dan ekonomi dan perdagangan."

Menteri Kehakiman Sudan Nasr Abdelbari melalui video yang disiarkan oleh kantor berita SUNA, mengatakan perjanjian tersebut merupakah sesuatu yang penting.

"Ini menegaskan keyakinan kami bahwa perdamaian memperkuat hubungan dan kepentingan antara orang-orang."

Pihak Israel melalui Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi menulis di Twitter. "Penandatanganan Perjanjian Abraham oleh Sudan merupakan langkah penting dalam memajukan perjanjian normalisasi regional di Timur Tengah."

Melansir dari DW, Sudan adalah negara Arab ketiga yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel mengikuti jejak Uni Emirat Arab dan Bahrain tahun lalu, yang juga terlaksana berkat peran AS. Selain itu Maroko juga telah menyetujui normalisasi hubungan dengan Israel.

Israel terus mempertahankan hubungan diplomatik dengan negara tetangga Arabnya, Mesir dan Yordania, yang telah menandatangani perjanjian damai masing-masing pada 1979 dan 1994.

Baca Juga: Hubungan Memanas, Iran Ancam Tindak Keras Israel

2. Sudan dapat bantuan dari AS

Sudan akan peroleh satu miliar dolar setiap tahunnya dari Bank Dunia. Sumber:unplash.com/Sharon McCutcheon

Melansir dari Associated Press, perjanjian Abraham terlaksana setelah Sudan sepakat untuk memasukkan 335 juta dolar atau sekitar 4,6 triliun rupiah, sebagai kompensasi kepada para korban serangan, yang termasuk pemboman kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania pada 1998 oleh al-Qaida, ketika Osama bin Laden menetap di Sudan. Sudan juga diyakini telah menjadi saluran pipa bagi Iran untuk memasok senjata kepada militan Palestina di Jalur Gaza.

AS dan Sudan juga menandatangani sebuah kesepakatan yang memfasilitasi pembayaran hutang Sudan ke Bank Dunia. Sudan saat ini memiliki lebih dari 60 miliar dolar AS atau sekitar 833,7 triliun rupiah, jumlah hutang luar negeri yang dimiliki Sudan.

Dengan menandatangani kesepakatan dengan AS akan memungkinkan Sudan menerima lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar 13,9 triliun rupiah, setiap tahun dari Bank Dunia yang merupakan pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, ketika negara itu ditetapkan sebagai negara pariah. Bantuan tersebut dilakukan dengan AS akan memberikan pinjaman kepada Bank Dunia atas nama Sudan.

Sudan saat ini sedang berjuang dengan defisit anggaran yang besar dan kekurangan barang-barang penting yang meluas, termasuk bahan bakar, roti dan obat-obatan. Sudan telah mengalami Inflasi tahunan melonjak melewati 200 persen dalam beberapa bulan terakhir karena harga roti dan bahan pokok lainnya terus naik.

Baca Juga: Dibantu AS, Israel Sebut 2 Negara Muslim Siap Buka Hubungan Diplomatik

Verified Writer

Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya